!-- Header -->
Pelecehan Seksual Pada 4 Siswi, Oknum Guru di Lumajang Dinonaktifkan
Pendidikan dan Agama Peristiwa

Pelecehan Seksual Pada 4 Siswi, Oknum Guru di Lumajang Dinonaktifkan

Plt Kadindik : Pelanggaran Berat Tunggu Sanksi Inspektorat

LUMAJANG – Diduga melakukan pelecehan seksual terhadap 4 siswinya, seorang guru PJOK (Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan) di salah satu SMP di Lumajang, Jawa Timur, dinonaktifkan.

Menurut Kepala SMPN 01 Lumajang Sujanar, masalah ini terkuak setelah korban pelecehan seksual melaporkan oknum guru PJOK berinisial TMS kepada keluarganya, kemudian dilanjutkan ke pihak sekolah.

“Orang tua siswi menyampaikan anaknya mendapat perlakuan kurang menyenangkan dari seorang guru. Hasil komunikasi dengan BK (Bimbingan Konseling), maka saya membuat laporan ke Dinas Pendidikan tentang perbuatan guru tersebut. Dan yang bersangkutan sudah dinonaktifkan,” ujar Sujanar, seperti dilansir iNews.co, Kamis (28/11/2019).

Atas peristiwa tersebut Sujanar mengaku terkejut dan langsung mengambil tindakan tegas. Meskipun guru tersebut dinilai energik dan sangat disiplin. “Aturan tetap harus tegas. TMS kini ditarik ke Dinas Pendidikan dan tak lagi mengajar”, tukasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang, Drs. Agus Salim, M.Pd, mengaku telah memanggil langsung TMS. TMS mengakui atas semua informasi itu.

“Perbuatan itu dilakukan di lingkungan sekolah. Seperti di lorong maupun ruang UKS. Kejadian terakhir pada pertengahan Nopember 2019. Dan betul yang bersangkutan dinonaktifkan,” tukasnya kepada PedomanIndonesia.com, Jumat (29/11/2019).

Mantan Kasek SMPN 1 SUT ini juga menyampaikan, setelah dilakukan pemanggilan, pemeriksaan terhadap TMS, pihaknya meneruskan ke Inspektorat. “Tinggal tunggu keputusan sanksi….”, selorohnya.

Ditanya apakah perbuatan oknum guru tersebut termasuk kategori ringan, sedang atau berat, Agus menjawab berat. “Menurut saya, pelanggaran berat. Tapi sanksinya seperti apa itu ranahnya Inspektorat”, imbuhnya.(RED)

Post Comment