Advertisement
!-- Header -->
Ekonomi Lumajang

Pemenang Lelang Pengelolaan Limbah Kayu PT. SMK Klakah Bermasalah?

LUMAJANG – Lelang limbah kayu PT. SMK (Smeru Makmur Kayunusa) Klakah, Kabupaten Lumajang,  Jawa Timur, memunculkan persoalan. Pemenang lelang diduga tidak mengantongi izin. Hal ini disampaikan oleh salah seorang/ sumber yang paham dan mengetahui lelang tersebut, Rabu (25 Nopember 2020).

Menurutnya, yang ikut lelang banyak. Selain atas nama perorangan ada juga atas nama CV. Hanya saja mereka yang ikut lelang atas nama CV. jumlahnya sidikit. Bukan hanya itu, mereka yang lolos lelang juga bergerak di bidang lain, bukan spesifik bergerak di bidang limbah (kayu).

“Sebanyak 90% mereka tidak mengantongi izin. Bahkan ada yang menang bukan spesifik menangani limbah kayu”, ungkapnya. Dijelaskan, dari sekian peserta lelang yang lolos sebanyak 4 orang. Kayu limbah yang dilelang juga nilainya beragam. Lelang/ tender kerja sama pengelolaan limbah kayu di PT. SMK ini dimulai pada 2 – 14 Nopember 2020 lewat email, di Surabaya. Jenis limbah kayu yang dilelang antara lain ; potongan plywood, sampah Veneer, Balken, dan Ampulur.

Persyaratan lelang, kata dia, memang tidak tertulis. Namun dalam hal pengelolaan limbah, seharusnya ada ijin dari lingkungan hidup. Soal apakah ini ada unsur kesengajaan atau kelalaian dari pihak PT. SMK dia tidak berani berandai-andai.

“Tapi yang jelas begitulah kondisi yang terjadi”, ujar dia sambil meminta agar namanya tidak dipublikasikan.

Sementara itu Wilson, pihak PT. SMK Klakah, ketika dikonfirmasi media ini berjanji akan mengecek langsung kabar ini. Wilson siap mengambil tindakan bila benar ada pemenang lelang yang tidak mengantongi ini.

“Kami akan cek dulu. Konfirmasi dulu atas informasi ini. Karena di tender biasanya ada persaingan-persaingan. Biasanya saling menuduh. Bagi kami, kalau tidak mengantongi ijin, kami juga gak mau pak. Coba saya cek lagi pak. Kalau tidak mengantongi ijin buat saya tidak direkomendasi, pak. Kecuali kita dibohongin kita gak tahu Pak. Kalau dia punya ijin abal-abal kita akan cek,” paparnya.

Dia mempersilahkan media ini menyodorkan ke dirinya jika ada data valid nama-nama pemenang lelang yang diduga  tidak memiliki izin.

“Silahkan kasik saya datanya kalau ada. Akan ada teguran nanti. Pasti akan tindakan. Kita maunya kerja profesional. Gak mau kita sembarangan. Ketimbang saya buntung. Pasti nanti ada tindakan”, tukasnya dengan nada serius dan mengucapkan terima kasih atas informasi ini. Di lain pihak, para pemenang lelang ketika coba dihubungi untuk konfirmasi belum berhasil. RED

 

Post Comment