!-- Header -->
Peristiwa Suara Desa

Pemilihan RT di Dusun Biting Kutorenon Alot Sempat Dead Lock

LUMAJANGDeadlock (jalan buntu) ternyata tidak hanya terjadi di Gedung Dewan saat membahas hal-hal penting. Dalam pemilihan ketua dan pengurus RT, pun terjadi deadlock. Contohnya di RT. 02 RW 11, Dusun Biting, Desa Kutorenon, Sukodono, Kabupaten Lumajang, Sabtu (22/2/2020) malam.

Mulanya proses seremonial berjalan landai. Baru setelah memasuki tahapan pemilihan, musyawarah yang digelar mulai  alot. Muncul berbagai argumentasi. Bahkan, karena tidak ada titik temu musyawarah sempat deadlock. Yang dipersolkan hingga deadlock adalah posisi Romadhoni Purwanto (Ketua RT 02 RW 11). Forum menginginkan dia kembali menjadi Ketua RT 02, sementara posisinya sekarang menjadi bendahara  RW 11 Dusun Biting, Kutorenon.

Ada usulan agar Doni (panggilan karib Romadhoni Purwanto) bersedia dicalonkan kembali sebagai Ketua RT 02 kemudian posisinya sebagai bendahara RW 11 dilepas. “Kalau forum menghendaki dia kembali menjadi Ketua RT 02 lagi, kan gak masalah. Kemudin  RW 11 posisinya sebagai Bendahara RW 11 bisa digantikan yang lain. Beres, kan?”, tukas Faishol lalu diiyakan oleh peserta musyawarah yang lain.

Atas usulan tersebut, Yulianto, Ketua RW 11 yang kembali terpilih ini, menegaskan, terpilihnya Doni sebagai Bendahara merupakan kesepakatan rapat/ musyawarah pemilihan RW 11, kemarin lusa.

“Rangkap jabatan pengurus inti di RT dan RW memang tidak diatur dalam perbup maupun perdes. Namun demikian, bila ingin mengganti posisinya karena dia terpilih kembali menjadi RT 02, misalnya, maka saya harus mengumpulkan kembali pengurus RW 11 lagi. Dan belum tentu forum sepakat  Pak Doni diganti”, ujarnya.

Sementara itu, Doni, menyatakan, perlu ada pergantian kepemimpinan di RT 02 agar sama-sama merasakan bagaimana menjadi ketua RT. Lagi pula, di RT 02 banyak yang potensial dan peduli kepada lingkungan.

“Stok kita kan masih banyak. Ada 10 orang yang sama-sama peduli dan bisa menggantikan saya sebagai Ketua RT 02. Biar semua berbagi ilmu, berbagi pengalaman dan berbagi pengabdian di lingkungan kita”, ungkapnya.

Karena ada 2 usulan yang harus sama – sama diperhatikan dan dihargai, maka forum sempat dead lock sekitar 30 menit. Sempat adu argumentasi sengit antara usulan memakai aturan perundang-undangan atau mengedepankan musyarawarah mufakat.

Akhirnya, dengan berbagai pertimbangan agar semua kegiatan di RT dan RW berjalan, forum sepakat dilakukan pemilihan dengan menggunakan sistim musyawarah mufakat dan merelekan Doni tetap menjadii Bendahara RW 11.

“Sepakat ya, kita lakukan sistim musyawarah mufakat dalam pemilihan Ketua dan Pengurus RT 02? Tidak ada voting. Kita memilih orang baru pengganti Pak Doni,” ujar Yulianto lalu mengetuk palu diikuti tepuk tangan forum.

PEMILIHAN RT 02 ALOT : Pemilihan RT 02 – RW 11, Dusun Biting, Desa Kutorenon, Sukodono Lumajang, berlangsung alit, bahkan sempat deadlock .RED

Terpilih sebagai pengurus RT 02 RW 11 periode 2020-2025, antara lain : Sugeng Edi S (Ketua) Syamsudin (Wakil Ketua), Faisol (Sekretaris), H. Yayok Wahyudi ( Bendahara), Romadhona (Seksi Keamanan), Bagus Indra Wijaya (Seksi Pembangunan dan Lingkungan Hidup) Bayu (Seksi Sosial), Angga Bachtiar (Seksi  Pemuda dan Olahraga), serta  Musyarofah (Seksi PKK).

Usai dilakukan pemilihan, Yulianto, menuturkan, posisi jabatan di lembaga sosial biasanya banyak yang tidak mau. Apalagi tidak digaji oleh  pemerintah. Kalaupun ada  subsidi/ honor nominalnya  terbatas untuk operasional.

“Lembaga yang bersifat sosial kemasyarakatan jangan berharap lebih. Yang dibutuhkan keikhlasan, ketulusan, kesabaran. Sabar ini paling utama karena masyarakat yang dihadapi majemuk dan modelnya beda-beda,” imbuhnya.

Sebelum acara diakhiri, Doni meminta maaf secara pribadi  apabila banyak kesalahan saat menjabat Ketua RT 02.  “Bilamana lima tahun yang lalu belum maksimal untuk melayani masyarakat, saya mohong maaf”, imbuhnya. RED

 

Post Comment