!-- Header -->
Lumajang Pendidikan dan Agama Politik & Pemerintahan

Pemkab Lumajang Kemungkinan Tidak Sembelih Hewan Qurban di Alun-Alun

LUMAJANG – Tahun ini, jumlah hewan qurban yang masuk ke Bagian Kesra Pemkab Lumajang untuk dibagikan kepada yang berhak menerima, diperkirakan semakin menurun. Hal ini terjadi tidak lepas dari kasus covid-19 yang masih belum bisa diatasi.

“Biasanya, tahun – tahun sebelumnya, hampir seluruh OPD (Organisasi Perangkat Daerah, Red), menyerahkan kambing qurban ke Kesra untuk kemudian didistribusikan kepada masyarakat yang berhak menerima. Bahkan, satu OPD bisa lebih dari satu ekor kambing qurban,” ujar Kabag Kesra Pemkab Lumajang, Mahfud, kepada media ini.

Selain diprediksi jumlah hewan qurban semakin sedikit, kemungkinan besar Pemkab Lumajang tidak menyembelih sapi qurban, di Alun-Alun seperti tahun tahun sebelumnya. Alasannya lagi-lagi karena situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan.

“Siapa yang akan menjamin kalau menyembelih sapi qurban masyarakat penerima tidak akan berkerumun? Tidak ada jaminan. Meskipun misalnya sudah ada aturan protokol kesehatan. Meskipun sudah diatur jadual waktu pengambilan”, ungkapnya.

Meski demikian, pihaknya kata Mahfud, menunggu arahan dari Sekda, apakah akan dilakukan penyembelihan di Alun-Alun atau tidak. Walaupun diperkirakan tidak menyembelih sapi qurban di Alun-Alun, Pemkab menyediakan 3 sapi qurban untuk Masjid Agung Anas Mahfudz, Lazisnu, dan salah satu Masjid di Kunir.

Dijelaskan, hewan qurban berupa kambing yang masuk ke Kesra, akan diberikan kepada masyarakat melalui lembaga yang sudah mengajukan. “Jadi, yang nyembelih nanti kelompok-kelompok masyarakat yang sudah mengajukan permohonan ke kita,” ungkapnya. Karena jumlahnya kemungkinan berbeda dengan tahun tahun sebelumnya, maka pihaknya, kata Mahfud, akan bersikap proporsional dan ada skala prioritas.

“Kita proporsional aja. Pembagiannya sesuai dengan jumlah hewan qurban yang masuk ke Kesra. Kita nanti lihat ada berapa lembaga yang sudah mengajukan ke Kesra. Kalau dulu ratusan lembaga. Sekarang tidak sampai ratusan. Deadline tanggal 27 Juli 2020 kita terima hewan qurban dari OPD-OPD. Kalau Pondok Pesantren yang mengajukan dan dianggap lebih prioritas, kita utamakan. Yang gak terlalu membutuhkan, mohon maaf, kita tunda dulu. Tapi, mudah-mudahan cukup sehingga lembaga yang mengajukan dapat semua,” ujarnya. RED

Post Comment