!-- Header -->
Pemuda Dan Pemerintah Dinilai Tak Peduli Pada Pahlawan Lokal
Komunitas

Pemuda Dan Pemerintah Dinilai Tak Peduli Pada Pahlawan Lokal

LUMAJANG, PEDOMANINDONESIA.com – Di kalangan masyarakat dan generasi muda, pahlawan lokal asal Lumajang masih belum populer. Padahal pahlawan lokal itu banyak berjasa dalam mengusir penjajah di Indonesia.
Perjuangan mereka seakan akan dilupakan oleh generasi muda Lumajang. Terbukti banyak generasi muda yang tidak tau photo pahlawannya, termasuk kalangan pelajar. Hampir mayoritas para pelajar tidak mengetahui photo maupun perjuangan pahlawan di kotanya sendiri.

“Di beberapa sekolah juga tidak ada foto-foto pahlawan lokal yang terpasang di dinding. Seandainya tulang belulang di TMP Kusuma Bangsa itu bisa menangis, mereka akan menangis karena tidak adanya perhatian dari pemerintah dan generasi muda”, ungkap M. Alawi Maulana, Ketua Bidang Pendidikan dan Kebudayaan DPC GSNI Lumajang, Kamis (9/11).

M.Agil Zawawi, Ketua DPC GSNI Lumajang, juga menyatakan, Pahlawan Lumajang sangat berperan merebut kemerdekaan. Seperti Kapten Suwandak, Kapten Kyai Ilyas, Moch. Seruji, dan lainnya.

“Akan tetapi nama beliau hanya diabadikan sebagai nama jalan di jantung Kota Lumajang. Banyak pelajar yang tidak tahu siapa pahlawan lokal Lumajang, photo nya seperti apa dan bagaimana perjuangannya”, tukas dia.

Atas keprihatinan tersebut, maka Gerakan Siswa Nasional Indonesia (GSNI) Cabang Lumajang, mendesak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) serta Dinas Sosial (Dinsos) Lumajang agar membentuk tim untuk menelusuri sejarah dan foto pahlawan Lumajang.

“Kemudian memasang foto Pahlawan Lumajang di Museum Daerah Lumajang, mensosialisasikan foto-foto itu ke sekolah dan perguruan tinggi, memperhatikan pelestarian tugu dan monumen perjuangan rakyat Lumajang, menggelar kegiatan perlombaan yang bertema Pahlawan Lumajang seperti LKTI (Lomba Karya Tulis Ilmiah), pidato dan Esai, serta menggelar napak tilas/ lintas juang untuk menumbuhkan jiwa patriotisme pada generasi muda Lumajang”, paparnya panjang lebar.

Mereka berharap Disparbud dan Dinsos Lumajang menindak lanjuti keinginan GSNI Lumajang agar Pahlawan Lumajang bisa dikenal. “Semangat perjuangannya dan sikap mengutamakan kepentingan umum dari pada kepentingan pribadi serta semangat rela berkorban bisa kita tiru” ujarnya.YOP