Advertisement
!-- Header -->
Hukum Lumajang

Penanganan Kasus Bibit Pisang Mas Kirana Lumajang Jalan Terus

LUMAJANG – Kejaksaan Negeri Lumajang memastikan, dugaan korupsi pengadaan bibit pisang senilai Rp 1,5 miliar, di Dinas Pertanian, Desember 2022 dilimpahkan ke pengadilan Tipikor Surabaya. Kini Kejari tinggal menunggu BAP dari tim ahli kementerian pertanian.

Penegasan ini disampaikan Kasie Pidsus Kejaksaan Negeri Lumajang, Lilik Dwi Prasetya,SH,MH, via seluler, Jum’at (22/9/2022)

“Pokoknya sebelum akhir tahun akan disidangkan. Semua proses sudah kelar dikakukan, tinggal menunggu BAP dari tim ahli untuk dilimpahkan ke pengadilan,” ujarnya.

Dia menyampaikan, BAP dari kementerian banyak dan harus nunggu antrian. Termasuk Lumajang juga menunggu tim ahli bagaimana hasilnya.

Dipaparkan, dugaan korupsi pengadaan bibit Pisang Kirana ini tidak mungkin berhenti, karena udah ke proses penyidikan.

“Setiap proses penyidikan sudah pasti ke persidangan. Beda lagi kalau masih tahap penyelidikan,” tandasnya.

Lagi pula kerugian negara di Irwas kementerian pertanian Rp 800 juta sudah muncul.

Dipaparkan, untuk penghitungan kerugian negara, cukup dari hasil pemeriksaan Irwas.” Tidak perlu nunggu audit dari BPKP,” ujarnya.

Dikatakan, pihaknya akan melakukan penahanan terhadap tersangka tidak kooperatif.” Tinggal kita lihat nanti kooperatif apa tidak,” tuturnya.

Dijlentrehkan, ada bukti dugaan menyalahi aturan dan merugikan negara di pengadaan bibit pisang. Mestinya, ada proses pengadaan bibit pisang dulu, baru ditanam. Bukan ditanam dulu baru proses pengadaan.

Diakuinya, pemeriksaan memakan waktu lama karena bulan Juli dan Agustus banyak kegiatan. Apalagi yang diperiksa ada sekitar 83 dari berbagai pihak.

“Ini prosedur. Kadang saksi yang diundang diperiksa hari ini belum tentu hari ini datang. Kita meyiapkan dengan baik. Mengantisipasi biar tidak bisa gugatan,” imbuhnya. TIM

Post Comment

  Canva Pro Crack Filmora Pro Crack Spotify Premium Free Download Tradingview Premium Free