!-- Header -->
Penggunaan Dana Desa Harus Berimbang, Fisik dan Pemberdayaan
Suara Desa

Penggunaan Dana Desa Harus Berimbang, Fisik dan Pemberdayaan

Patria : Pardigma Soal Pembangunan Harus Diubah

LUMAJANG, PEDOMANINDO.com – Saat ini, mayoritas DD maupun ADD, di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, digunakan sepenuhnya untuk pembangunan fisik. Padahal, dalam aturannya, anggaran tersebut juga diperuntukkan untuk pembangunan nonfisik alias pemberdayaan terhadap masyarakat.

“Penggunaan dana desa mestinya berimbang. Ya pembangunan fisik,ya pemberdayaan masyarakat. Ini amanah undang-undang,” ungkap Patria DH, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Lumajang, Kamis (7/9) siang.

Dia menyampaikan, pembangunan fisik memang perlu dilakukan oleh pihak desa, namun perlu diingat, pemberdayaan di bidang ekonomi produktif berupa pelatihan-pelatihan kepada pemuda/ karang taruna, kelompok perempuan, di bidang keolah ragaan, kesehatan masyarakat, dan pemberdayaan lainnya juga harus dilakukan.

“Misalnya desa A menerima DD Rp 700 juta, alangkah bagusnya yang Rp 500 juta untuk pembangunan fisik dan Rp 200 juta untuk pemberdayaan. Itu bisa dilakukan setiap tahun dan berkesinambungan. Jadi, ada keberimbangan,” ujarnya saat berada di Kantor DPRD Lumajang.

Dia menyadari bahwa mayoritas kepala desa di Lumajang masih fokus pada pembangunan fisik dan seolah-olah anggaran tersebut hanya untuk itu. “Paradigma ini harus diubah. Kita dorong agar mereka juga mengalokasikan pada kegiatan pemberdayaan masyarakat sebagaimana amanah undang-undang,” ungkapnya.

Hasil pantauan pedomanindonesia.com, di lapangan, kebanyakan tahun ini (2017) dana desa digunakan untuk pembangunan fisik. Bahkan parahnya, ada beberapa desa yang masih tidak mengalokasikan kegiatan pemberdayaan terhadap masyarakat untuk tahun 2018 mendatang. Karena, pihak DPMD berupaya agar seluruh kades menyeimbangkan panggunaan dana desa sesuai aturan. SYAM