!-- Header -->
Penumpang Arus Mudik Terminal Minak Koncar Naik Drastis
Ekonomi Lumajang Politik & Pemerintahan

Penumpang Arus Mudik Terminal Minak Koncar Naik Drastis

PEDOMANINDONESIA.COM – Kapolres Lumajang melaksanakan cek dan pantau kegiatan terminal Minak Koncar Lumajang, Jawa Timur dan berkoordinasi dengan operator terminal terkait arus mudik lebaran tahun 2019.

Menurut grafik data bus dan penumpang arus mudik, saat ini meningkat drastis. Pada tanggal 20 mei 2019 (sebelum memasuki operasi ketupat), jumlah penumpang yang masuk terminal Minak Koncar 4.462 orang. Saat ini (H-2) menjelang lebaran penumpang membeludak hingga mencapai angka 11.423 orang/ hari (ada kenaikan kurang lebih 150 %).

Selain melakukan pantauan arus mudik, Kapolres juga melakukan patroli di sejumlah titik rawan kepadatan arus balik. Hal ini dlakukan agar lebih efisien, dan bisa mengetahui situasi arus mudik lebaran tahun 2019.

“Pengamanan arus mudik ini melibatkan banyak pihak. Kami berterima kasih dan sangat bersyukur karena hingga saat ini semua berjalan lancar karena kebersamaan dan koordinasi yang baik. Kami melihat kesiapan pihak unit pelaksana teknis LLAJ sendiri sudah siap melayani penumpang dan penumpang juga kami lihat tertib memasuki bus sesuai tujuan masing masing”, ungkap Kapolres Lumajang AKBP Dr. Arsal Sahban SH, SIK, MM, MH.

Arsal berharap laju arus mudik lebaran 2019bisa berjalan lancar tanpa hambatan. Meski ada peningkatan volume kendaraan hingga 150 persen, arus relatif lancar dan tidak ada kemacetan.

“Semoga para pemudik bisa pulang dengan selamat dari berangkat sampai tiba di tujuan masing masing. Saya juga akan maksimalkan personil saya untuk mengurangi penumpukan kendaraan yg menghambat arus mudik” pungkas Arsal.

Operator terminal, Setyo Suharmadi membenarkan kenaikan penumpang hingga 150 %. Meskipun demikian tidak terjadi crowded di stasiun. Daya Tampung stasiun Minak Koncar masih bisa lebih dari itu.

“Saat ini Rata-rata perhari 500 bus yang masuk ke stasiun, naik sekitar 20 % dibanding hari-hari biasanya yang hanya sekitar 300 bus per hari” pungkas Setyo. (PLS – RED)

Post Comment