!-- Header -->
Penyembelihan Hewan Qurban Biting Kompak
Komunitas Pendidikan dan Agama

Penyembelihan Hewan Qurban Biting Kompak

LUMAJANG, PEDOMANINDO.com – Penyembelihan hewan qurban, di Perumahan Bumi Biting Indah, Kutorenon, Sukodono Lumjang, Jawa Timur, Sabtu (1/9) pagi, berjalan lancar.

Sebanyak 18 kambing dan seekor sapi, disembelih satu persatu. Beberapa tenaga yang biasa menyembelih hewan qurban, dengan cepat dan tepat memotongnya. Dengan ucapan doa dan iringan takbir akhirnya sapi dan kambing-kambing itu bisa diselesaikan dengan sempurna.

Selain petugas penyembelih, mereka dibantu oleh puluhan Remas dan para Pengurus Takmir Masjid Al Mujtahidin Biting. Hingga kini, proses penimbangan untuk didistribusikan kepada penerima masih dilakukan oleh petugas.

Ketua Panitia penyembelihan hewan qurban, Mukhlis, menyampaikan, jika dibandingkan tahun sebelumnya tahun ini jumlahnya lebih sedikit. Pada tahun lalu, sapi qurban ada 3 ekor dan kambing 21 ekor.  Sementara tahun ini 1 ekor sapi dan 18 kambing.

“Tahun ini jumlahnya menurun. Ini bisa kita maklumi karena tahun lalu bersamaan dengan orang yang nadzar, sementara tahun ini murni qurban. Tahun dulu juga ada di luar perumahan biting berqurban di sini,” ungkap Mukhlis.
Pendistribusian daging hewan qurban ini ditujukan kepada warga perum 11 dan 12 dan kepada masyarakat Duren dan daerah sekitar, termasuk abang-abang becak.

Dia menyampaikan terima kasih kepada warga biting yang telah berqurban tahun ini dan berharap qurbannya diterima. “Pesan kami, jangan sampai ada istilah karena tahun ini sudah berqurban tahun depan giliran yang lain,” pungkasnya.

Kedepan, agar qurban lebih banyak, maka panitia qurban akan membuat buku tabungan khusus qurban. Tabungan tersebut tidak mengikat berapa pun nominal yang akan ditabungkan perbulan.

“Ini ide untuk tahun depan yang akan dilaksanakan panitia. Hitung-hitung ini untuk menyisihkan harta selama 1 tahun,” ungkap Aba Yusuf, juga panitia penyembelihan qurban.
Usman, seksi penyembelihan hewan qurban, menjelaskan soal qurban. Qurban asal kata qoraba yang maknanya dekat. Sedangkan qurban punya makna mendekatkan. Mendekatkan diri pada Sang Ilahi.

“Kita berusaha mendekatkan diri pada Sang Kholik. Sedangkan efek sosialnya kita lebih dekat dengan sesama, bisa saling berbagi. Qurban sendiri di dalam qur’an berdampingan dengan shalat. Seakan-akan wajib atau hampir sama nilainya dengan shalat,” ujarnya. FIK