!-- Header -->
Advertisement
Pesta Shabu – Shabu Warga Sampang Ditangkap, 1 Oknum Jaksa Ikut Diciduk
Hukum Lumajang Peristiwa

Pesta Shabu – Shabu Warga Sampang Ditangkap, 1 Oknum Jaksa Ikut Diciduk

LUMAJANG (PI) –  Tim Cobra Narkoba Polres Lumajang, Kamis (15/8/2019),  berhasil meringkus Ali Wafa (26), asal Dusun Nongkesan, Desa Tamberu Jaya, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, Madura.

Ali wafa ditangkap oleh Tim Cobra Narkoba Polres Lumajang sekitar pukul 16.00 WIB, di dalam rumah MAT, Kelurahan Rogotrunan Kecamatan/ Kabupaten Lumajang. Dari tangannya ditemukan 1 pocket plastik berisi shabu seberat 77,7 gram.

Diduga tersangka terkait dengan jaringan Sokobanah – Sampang. Karena beberapa hari lalu, Polda Jatim mengungkap 50 kg shabu dengan nilai Rp 74 milliar, di beberapa TKP yang terkait dengan jaringan Sokobanah Sampang.

“Tangkapan kami kali ini adalah tangkapan terbesar dalam sejarah ungkapan Polres Lumajang, dimana ditemukan barang bukti Sabu seberat 77,7 gram. Kami duga, sindikat ini merupakan jaringan Sokobanah yang baru saja diungkap oleh Polda Jatim dengan jumlah yang Fantastis. Kami akan segera berkoordinasi dengan Polda Jatim, BNNP Jatim dan BNNK Lumajang untuk mengungkap jaringan besar di balik ini”, ungkap Arsal Kapolres Lumajang, AKBP Dr. Muhammad Arsal Sahban SH, SIK, MM, MH.

Sementara itu, Kasat Reskoba Polres Lumajang, AKP Ernowo SH, berjanji akan mengembangkan kasus ini. Sesuai perintah Kapolres agar kasus ini terus dikembangkan. “Akan kami kejar siapa pengedar di atasnya dan juga siapa pembeli dari Ali. Tidak ada kompromi bagi narkoba. Akan saya ungkap semua jaringan narkoba di Lumajang”, ujar Ernowo.

Pasal yang yang akan dikenakan pada tersangka pasal 114 subsider 112 undang-undang no 35/2009 tentang narkotika. Pasal 112 UU RI No. 35 Tahun 2009. “Tersangka kedapatan memiliki narkotika dalam bentuk bukan tanaman.
Pasal 112, bahwa setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 12 tahun dan paling banyak Rp. 8 miliar”, ujarnya.

Dalam hal perbuatan memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman sebagaimana dimaksud pada ayat (1) beratnya melebihi 5 (lima) gram, pelaku dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda maksimum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditambah 1/3 (sepertiga).

Pasal 114 (1) setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan I, dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp. 1 miliar  da paling banyak Rp 10 Milar.

Dalam hal perbuatan menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan, atau menerima Narkotika Golongan I sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang dalam bentuk tanaman beratnya melebihi 1 (satu) kilogram atau melebihi 5 (lima) batang pohon atau dalam bentuk bukan tanaman beratnya 5 (lima) gram, pelaku dipidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 (enam) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda maksimum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditambah 1/3.

OKNUM JAKSA IKUT DITANGKAP

AKBP Arsal, menyatakan, penangkapan oknum jaksa Lumajang bermula dari pengungkapan Ali Wafa. Lewat dia Tim Cobra melakukan pengembangan. Tiga orang yang lagi asyik berpesta sabu-sabu (salah satunya oknum jaksa fungsional Kejaksaan Negeri Lumajang, Rifki) ikut diciduk.

Kasat Narkoba AKP Ernowo yang memimpin langsung penangkapan tersebut. Mereka digrebek pada hari Selasa (13/8/2019), sekitar pukul 19.20 WIB, di rumah Nur Hidayat (42) warga Rogotrunan.

“Didit, warga Swandak Tengah dan Rifki Firmasyah oknum Jaksa fungsional Kejaksaan Negeri Lumajang saat itu sedang pesta sabu-sabu. Ini hasil pengembangan bandar Narkoba Sokobanah. Kita tangkap tiga orang yang pesta sabu. Salah satunya diduga oknum Jaksa di Lumajang,” imblah AKBP Arsal. (RES-DIN).

Post Comment