!-- Header -->
Advertisement
Peternakan Babi Terbesar Ditutup, Pemilik Kecewa
Lumajang Peristiwa Politik & Pemerintahan

Peternakan Babi Terbesar Ditutup, Pemilik Kecewa

LUMAJANG – Peternakan babi terbesar di Desa Dawuhan Lor, Kecamatan Sukodono, Lumajang, Jawa Timur, Selasa, 30 Juli 2019, resmi ditutup. Penutupan dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Lumajang, ditandai dengan penyerahan surat perintah penutupan kepada pemilik peternakan.

Sejumlah OPD (Satpol PP, Bakesbang Pol Linmas, Dinas Pertanian, Dinas Lingkungan Hidup, pihak Kecamatan Sukodono) diturunkan dalam penutupan tersebut. Mereka mendatangi peternakan babi itu pagi tadi.

“Tadi ada dari pegawai kabupaten ke sini (peternakan, Red),” ujar Suwito, salah satu pekerja peternakan. Dia sudah mendengar kabar akan adanya penutupan ini. Suwito sendiri sudah bekerja di peternakan ini lebih dari 30 tahun.

“Ini merupakan mata pencaharian saya. Jika ternak babi ditutup, kami harus bekerja apa,” ucapnya.
Pelaksana Tugas Kepala Satpol PP Erik Kurniawan Satrio, membenarkan penutupan tersebut. Menurutnya, ada beberapa pelanggaran sebagai tindak lanjut laporan dari OPD teknis terkait. “Untuk lengkapnya, monggo ke Diskominfo (Dinas Komunikasi dan Informasi),” kata Erik melalui pesan Whatsapp ke salah satu wartawan saat dihubungi.

Bupati Lumajang, Cak Thoriq, saat sidak ke Kandang babi, beberapa waktu lalu. (Din)

Peternakan dengan populasi sekitar 1.700 ekor babi ini berdiri sejak tahun 1970. Lucas Hartono, pemilik UD Berkah, menyesalkan penutupan peternakan yang susah payah dia dirikan itu. Dia menyatakan sudah tidak ada keadilan atas tindakan penutupan tersebut. “Sudah tidak ada keadilan,” kata Lucas kepada media ini, Selasa, 30 Juli 2019 siang.

Ditanya apa langkah selanjutnya pasca-penutupan ini, dia menyatakan belum memutuskan langkah apapun. Dia merasa berat menerima putusan itu, apalagi harus membayar karyawan. “Saya harus menggaji karyawan saya,” ujarnya.

Dia meminta waktu untuk menjual babi yang ada. Mengingat, menjual babi tidak seperti menjual binatang ternak lainnya. “Menjual babi tidak semudah menjual sapi atau ayam,” pungkas Lucas.

Lucas menegaskan, alasan menutup peternakan babi nya terkesan mengada-ada. Bahkan dia menunjukkan bukti dokumen dokumen kelengkapan administrasi sebagai bukti keabsahan perizinan. (DIN)

Post Comment