!-- Header -->
Pilkades Nguter Disoal, 1.193 Surat Suara Rusak
Hukum Peristiwa Suara Desa

Pilkades Nguter Disoal, 1.193 Surat Suara Rusak

LUMAJANG –  Adanya surat suara rusak (dicoblos sampai tembus ke kertas suara di bawahnya hingga berlobang 2) yang terjadi di Desa Nguter Pasirian, disoal oleh para calon kepala desa yang bertarung pada Pilkades serentak, Rabu lalu. Kerusakan yang mencapai 1.193 buah ini dianggap aneh, tidak wajar, dan sangat jarang terjadi di pilkades manapun.

“Kami, sebagai kuasa Hukum Calon Kades Nguter, yakni Bapak Tasliman, merasa keberatan atas kejadian ini”, ujar Abdul Rochim, SH, Sabtu, 23 Desember 2019.

Rochim menjelaskan, kerusakan surat suara yang lebih dari 1.000 buah kemungkinan kecil sengaja dilakukan oleh pemilih. Justeru pemilih banyak yang merasa heran dengan kerusakan tersebut. Apakah penyebab terjadinya kerusakan surat suara ini karena kelalaian dari penyelenggara pilkades atau ada unsur kesengajaan?

“Kita masih meneliti lebih mendalam dan detail apakah ada kejadian luar biasa di situ. Disengaja atau adanya kelalaian. Kalau misalnya karena kelalaian petugas atau ada unsur sengaja dirusak dengan cara pelipatan yang salah, maka perlu ada pertanggung jawaban. Dengan cara apa? Bisa dihitung ulang tanpa mempersolkan surat suara yang dicoblos tembus ke kertas lipatan di bawahnya atau pemilihan ulang”, pungkasnya.

Dipaparkan, kerusakan surat suara itu membuat warga kehilangan hak suaranya. Karena itu, sebagai solusi maka pihaknya, ungkap Rochim, meminta agar dilakukan penghitungan ulang atau pencoblosan ulang. “Dengan demikian, warga yang kehilangan hak suaranya mendapatkan haknya memilih calon yang mereka kehendaki”, ungkap Rochim.

Abdul Rochim, Kuasa Hukum Tasliman, Calon Kades Nguter. (foto : DIN)

Kalau melihat kerusakan yang terjadi, menurut Rochim, sepertinya karena kesalahan pelipatan surat suara. Inilah yang kemudian mengakibatkan surat suara yang dicoblos tembus ke kertas suara di bawahnya. “Jadi, saat mencoblos gambar calon posisi kertas dibawah gambar calon masih terlipat. Sehingga saat dicoblos tembus ke lipatan kertas di bawahnya,” papar Rochim sambil memperagakan contoh surat suara yang dicoblos hingga tembus ke kertas suara suara yang salah lipat.

Atas kejadian ini, Rochim tidak mempersoalkan gambar calon siapa yang dicoblos salah. Yang dia pertanyakan dan persoalkan adalah bagaimana kesalahan itu bisa terjadi dan solusi apa yang harus dilakukan.

“Saya yakin warga Nguter tidak bodoh. Mereka saya nilai cakap dalam memilih calonnya. Dan aneh sekali kalau seribu orang lebih sepakat merusak surat suara. Padahal mereka semua sama – sama ingin calonnya menang”, paparnya.

Dia juga mengungkapkan, karena surat suara yang dicoblos rusak tidak mengenai gambar calon lainnya, maka ini perlu dihitung sebagai suara sah. “Tentu, semua pihak yang terlibat di dalam pilkades Nguter perlu bertemu untuk membuat kesepakatan solusi terbaik. Sehingga hak – hak konstitusi warga pemilih benar-benar dihormati”, selorohnya.

Jika misalnya pihak – pihak yang bertanggung jawab (stake holder) atas pilkades Nguter bersikeras tidak mau mencari solusi, maka pihaknya, imbuh Rochom, akan menempuh jalur lain. “Kita tunggu, bagaimana sikap dan solusi panitia bersama para calon kades lain. Kalau kesalahan pelipatan itu benar-benar terjadi tapi tidak diakui, maka saya akan tempuh jalur lainnya”, imbuhnya tegas.

Dihubungi via WA, Camat Pasirian, Dondy, menyatakan, surat suara yang rusak tidak mempengaruhi hasil final. Saat ditanya mengapa  jumlahnya sampai 1.000 lebih, Dondy dengan singkat menjawab akan dilakukan evaluasi.

“Qt evaluasi nantinya”, ujarnya singkat. Dondy belum bisa menjawab saat disodori pertanyaan, bagaimana sikap dia bila hasil evaluasi ternyata kerusakan terjadi karena kesalahan lipat hingga mengakibatkan gambar yang dicoblos tembus ke kertas yang terlipat di bawahnya? DIN

Post Comment