!-- Header -->
Lumajang Suara Desa

Pisang “Kresek” Lumajang Rp 500 Ribu, Bakal Booming?

LUMAJANG – Kabupaten Lumajang Jawa Timur, memang tidak lepas dari komoditi pisang. Jika sebelumnya dikenal dengan Pisang Agung dan pisang Mas Kirana, kini ada komoditi pisang jenis lain. Namanya Pisang Kresek. Pisang ini hidup di wilayah utara, tepatnya di Tegal Bangsri, Ranuyoso.

Ada beberapa keunggulan dari pisang ini. Selain rasanya manis, pisang ini besar-besar, rapat (1 tandan berisi 13 sisir), lebih mulus, tidak pernah terserang virus, dan harganya ada yang mencapai sekitar Rp 500 ribu/ tandan (paling murah Rp. 50 ribu).

Ir. Paiman, Kepala Dinas Pertanian Pemkab Lumajang, via WhatsApp, menjelaskan,  masyarakat menamai pisang tersebut Pisang Kresek. “Bagi kami tidak masalah nama pisang itu. Meskipun sebenarnya pisang itu adalah Pisang Raja Bulu. Kita sebut saja Pisang Raja Bulu “Kresek”, ujarnya.

Setelah berkoordinasi dengan seluruh pihak, Paiman kemudian berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Jawa Timur Bidang Holtikultura dan Dirjen Holtikultura. Dari komunikasi tersebut, akhirnya Disperta Kabupaten Lumajang diminta segera mengajukan identifikasi geografisnya.

“Lokal tidaknya ada tim tersendiri dan SOP tersendiri yang membangun pisang ini. Tentang nama pisang, saya tidak terlalu pedul. Yang penting komoditi itu ada, pisangnya ada, bisa dibudi dayakan, dan secara ekonomi sudah bisa dirasakan oleh masyarakat”, ungkapnya.

PISANG RAJA BULU “KRESEK” : Komuditi pisang kresek yang bakal booming dan menjadi kebanggan Lumajang. RED

Dia juga menyampaikan, dalam beberapa tahun kedepan, para petani di sana berjanji akan  memperbanyak tanaman Pisang Raja Bulu ‘Kresek”.

Beberapa hari terakhir ini, Paiman mengaku terus berkomunikasi secara informal dan formal dengan pihak Provinsi Jawa Timur dan Kementerian Holtikultura agar ini menjadi kegiatan yang dicatat sambil mengoptimalkan pembudidayaannya.

Sebagai pejabat daerah yang bersinggungan dengan masalah pertanian, pihaknya, ungkap Paiman, harus mengamankan dan memformalkan, bahwa komoditi ini adalah komoditi Lumajang.

“Dan nantinya akan disertifikat. Kemudian, setiap bibit pisang ini akan dilabelisasi. Dengan begitu keaslian Pisang Kresek terjaga,” ungkapnya. Hadirnya komuditi baru ini (Pisang Raja Bulu “Kresek”) akan booming? DIN

Post Comment