!-- Header -->
Komunitas Lumajang

PP Lumajang Butuh Pemimpin Visioner dan Bisa Ngemong

LUMAJANG – Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Lumajang, dibawah komando Drs H. Guntur Trimulyo, Plt Ketua  MPC PP Lumajang, kini mulai berbenah. Bahkan beberapa waktu lalu, sudah menempati kantor barunya.

Bagaimana kedepan ormas besar ini tidak hanya seperti buih di lautan, bebas dari orang-orang yang memiliki kepentingan politik sesat, dan menjadi ormas yang bermanfaat bagi kemajuan daerahnya? Berikut hasil petikan wawancara PedomanIndonesia.com dengan H. Mulyadi, S.Sos, pengusaha sukses sekaligus aktivis.

Pemuda Pancasila sebenarnya tidak jauh berbeda dengan ormas lain. PP sebagai penjaga NKRI dan benteng pemuda, harus mampu memberikan sumbangsih pikirannya kepada bangsa ini. Kalau di daerah berarti harus mampu memberikan pemikiran dan terlibat dalam pembangunan daerahnya.

“Khusus di Lumajang, maka PP perlu dipimpin oleh orang yang memiliki pandangan kedepan, visioner, kredibel, arah gerakannya konkret, memahami organisasi, bisa ngemong, betul-betul tidak terkontaminasi dengan kepentingan politik pragmatis atau tidak diboncengi oleh pihak-pihak lain. Jadi, figur yang hadir adalah sosok yang benar-benar ingin membesarkan PP dan ikut membangun daerahnya agar lebih maju. Bukan sekedar nongol dan dekat dengan kekuasaan lalu jadilah Ketua PP, misalnya. Kalau ini yang terjadi, maka PP di Lumajang tidak akan berkembang”, ujar Manager PT. Duta Agro Makmur tahun 1987-2002 ini.

Kemudian yang kedua, figur yang akan menahkodai PP tidak sekedar mencari panggung dan bisa berteriak yel-yel “NKRI Harga Mati..!”. Karena PP hari ini berbeda dengan PP beberapa puluh tahun yang lalu. Tantangannya, pun berbeda.

“Artinya, kedepan, bila nanti terjun di masyarakat benar-benar punya ciri khas. Punya jiwa nasionalisme. Apalagi sekarang (mohon maaf), rasa nasionalisme kita mulai berkurang. Padahal, Pancasila jelas-jelas merupakan warisan para pendiri kita. Digali oleh para tokoh-tokoh kita yang hebat hebat. Isinya juga merupakan produk asli Indonesia dan tidak perlu diamandemen ataupun dirubah menjadi ideologi lain,” ungkapnya.

Terkait PP Lumajang, mantan Kepala Desa di Kalimantan Timur ini, berpandangan bahwa paradigma PP perlu diubah, termasuk persoalan tua muda (internal) yang kadang dikembangkan.  Tidak perlu ada dikhotomi antara yang muda maupun yang tua. Yang penting semuanya mengikuti perkembangan jaman. Yang dilihat bukan personnya, tapi  cara pandangnya. Pola pikirnya.

“Saya tidak alergi tua atau muda. saya juga tidak alergi di dalam tubuh PP etnis ini, etnis itu.  Yang penting  punya visi membangun. Itu aja. Jangan sampai mengkotak-kotakkan tua  muda. Supaya kita punya akses yang gede, maka jangan hanya diwarnai orang itu-itu saja.  Nggak apa-apa ada pengusaha. Ada tokoh agama. Yang penting keberagaman itu menjadi sebuah kekuatan”, ungkap staff PT. LG Internasional Korea tahun 2008 – 2020 ini.

Jadi menurutnya, sebelum melangkah pada penyusunan program kerja maupun merespon yang terjadi di luar organisasi PP (eksternal), maka masalah internal harus diperbaiki dan dikuatkan. Paradigmanya. Mindsetnya harus diperbaiki. Bila urusan internal tuntas baru melangkah dengan program-program nyata sesuai kemampuan organisasi.

Disadarinya, organisasi yang eksis tidak lepas dari anggaran. Sangat impossible bila ingin eksis tanpa ada anggaran. Anggaran menurutnya, bisa diperoleh dari simpatisan. Untuk menarik simpatisan dari luar, maka organisasinya perlu dibangun terlebih dahulu. Harus kredibel.

“Siapapun tidak akan membantu bila car-cari uang sendiri untuk kepentingan sendiri. Kalau sudah cari-cari sesuatu di ormas, apalagi di PP ini yang berbahaya. Saya gak mau seperti itu. Kalau seperti itu saya gak respek. Mendingan tidak ikut. Mendingan di luar pagar tapi tetap akan membantu. Itu bukan tipikal saya. Kalau tipikal saya, satu berdiri sendiri kalau mampu. Kalau mau ‘menjual’  dijual dengan kualitas. Tidak ecek ecek,” papar mantan Pengelola sekaligus Kepala Sekolah SMAN Hulu Tenggarong tahun 2006 -2011.

Sekjen Forum Pemerhati Lingkungan Kabupaten Kutai Kartanegara tahun 2006 – sampai sekarang ini, juga memaparkan, pada prinsipnya PP Lumajang perlu penyegaran kepengurusan yang benar-benar fresh. Penyegaran bukan dalam arti  harus tua, muda, arab, jawa, atau madura.Yang penting visioner. Visinya jelas. Bukan titipan dari siapapun. Harus steril dari itu”, jlentrehnya.

H. Mulyadi, S.Sos (pakai kaca mata), sedang santai usai wawancara dengan PedomanIndonesia.com (RED)

Ditanya apakah dia siap bila dicalonkan sebagai Ketua PP Lumajang, dengan senyuman penuh makna, H. Mulyadi, menyerahkan kepada para pengurus dan kader PP.

“Saya santai saja. Tidak akan mengejar sesuatu (sebagai Ketua PP, Red). Kalau misalnya benar-benar diberi amanah dan saya merasa mampu berbuat, merasa bisa ngemong, maka saya tidak boleh menghindar dari amanah itu. Pun, sebaliknya. Kalau misalnya  terasa berat pasti saya tolak. Sekali lagi saya tegaskan. Saya dalam posisi tidak mengejar, apalagi berebut posisi itu. Silahkan percayakan sepenuhnya kepada kepada rekan-rekan semua di PP”, tutur Ketua GANN Lumajang tahun 2017 – sekarang.

Dia menambahkan, PP Lumajang akan diperhatikan dan diperhitungkan ketika punya kegiatan positif, mengedukasi masyarakat, proaktif dengan berbagai event pemerintah,  memberikan advokasi kepada birokrasi tentang apa yang ada di sekitar Lumajang, menginvatisir permasalahan dan potensi Lumajang.

“Maka dibutuhkan pemimpin yang punya visi, lah. Tidak sekedar mengekor. Apalagi PP dikenal sebagai orang-orang yang cinta Indonesia. Cinta Pancasila. Cinta NKRI, tapi tidak sekedar berteriak hidup Pancasila! NKRI harga mati! setelah itu pulang dan diam. Harus diaplikasikan dalam kegiatan nyata”, tutur pemilik Yayasan Miftahul Islam Kunir Kidul yang bergerak di bidang pendidikan PAUD, TK, dan Pondok Pesantren dan SMK.

Menyangkut soal pergantian kepengurusan di tubuh PP Lumajang, termasuk pemilihan Ketua PP yang definitif, dia menyerahkan kepada aturan yang berlaku.

“Saya ngikut mekanisme yang ada. Yang penting semuanya dipersiapkan sesuai AD/ ART. Rapatkan barisan mau dikemanakan PP Lumajang ini. Jangan berjalan sendiri-sendiri. Kan ada pengurus sebelumnya. Segera gelar rapat dulu. Itu yang benar”, imbuhnya. DIN

Post Comment