!-- Header -->
Produk Inovasi Teh Kawa dan Krupuk Kopi
Ekonomi Lumajang Pendidikan dan Agama

Produk Inovasi Teh Kawa dan Krupuk Kopi

LUMAJANG – Mahasiswa KKN kelompok 28, Universitas Jember, pada Kamis, 6 Pebruari 2020 mengadakan “SOSIALISAI PRODUK INOVASI TEH KAWA DAUN DAN KRUPUK KOPI”. Adapun tamu undangan dari kalangan ibu PKK, kader- kader desa, perangkat desa dan Ketua BABINSA Desa Gucialit.

Latar belakang sosialisasi ini melihat potensi dari desa berupa tanaman kopi sangat melimpah. Hampir setiap rumah yang ada di daerah Desa Gucialit (Dusun Sidodadi, Sidorukun, Sidomulyo dan Sidomakmur), memiliki lahan kopi pribadi yang hanya dipanen untuk diambil buahnya saja.

Sosisaliasi ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Desa Gucialit berupa (tanaman kopi).

Teh Kawa Daun merupakan minuman dari Minangkabau Sumatra Barat. Bahan dasar dari Teh Kawa pembuatanya berbahan dasar dari daun kopi yang dipilih dari 1-5 helai daun dari pucuk supaya cita rasa yang dihasilkan lebih nikmat dan lebih dari harum.

Sejarah terciptanya teh Kawa Daun sendiri berasal sejak masa penjajahan Belanda yang pada masa itu masyarakat Minangkabau yang mayoritas petani menanam kopi. Namun, hasil panen biji kopi yang dihasilkan masyarakat Minangkabau semuanya dibawa bangasa Belanda ke Eropa untuk dijadikan salah satu komoditas ekspor. Di sisi lain, ketersediaan kopi di Indonesia sangat jarang. Masyarakat dari golongan atas saja yang biasa menikmati kopi. Masyarakat dari golongan bawah tidak boleh menikmati kopi. Sehingga petani Minangkabau membuat olahan dari kopi dengan menggunakan bahan dasar dari daun kopi tersebut. Sampai sekarang budaya minum “TEH KAWA DAUN“ masih ada di Sumatra Barat, terutama masyarakat Minangkabau.

Sesi kedua kelompok KKN 28 memberikan sosialisasi dan pelatihan pembuatan Krupuk Kopi. Terciptanya kerupuk kopi berawal dari masyarakat yang bosan dalam olahan minuman kopi, sehingga masyarakat memiliki ide untuk membuat olahan lain dari kopi.

Salah satu olahan yang sangat diminati oleh masyarakat yaitu kerupuk. Kerupuk ini merupakan camilan dan juga pelengkap di saat makan. Pepatah jawanya “Tidak ada kerupuk makanan apa aja serasa tidak nikmat atau tidak lengkap”. Sehingga munculah inovasi baru yaitu berupa kerupuk kopi atau kerupuk dari kopi, yang baru-baru ini trending dan juga memiliki banyak penggemar dari dalam negeri dan manca negara terutama Malaysia, Timor Leste, Korea, dan Arab Saudi.

Mahasiswa dan Mahasiswi KKN Univertas Jember (UNEJ) saat melakukan sosialisasi. RED

Bahan dasar untuk pembuatan THE KAWA DAUN berasal dari daun kopi robusta yang dipilih dari tangkai 1-5 helai daun dari pucuk, setelah itu daun tersebut di bersihkan dari debu dan kotoran yang melekat pada daun, selanjutnya daun kopi yang telah bersih disangrai terlebih dahulu ±5-6 menit agar daun sedikit layu dan selanjuttnya di jemur dibawah sinar matahari ± 6 jam tergantung dari panas matahari, selanjutnya daun yang telah dijemur disangrai kembali selama ±8-10 menit agar cita rasa dalam daun keluar dan mudah untuk dihaluskan, dalam hal dihaluskan ini cukup dengan meremas daun yang telah disangrai menjadi remahan daun kopi, remahan tersebut didingikan terlebih dahuluu dan setelah itu daun tersebut dapat diseduh dan dinikmati.

Pembuaatn KRUPUK KOPI berbahan dasar tepung tapioka, bubuk kopi, garam, gula, bawang putih dan Soda kue, langkah pertama dalam pembuatan krupuk kopi yaitu mencampurkan tepung tapioca dengan bubuk kopi dengan perbandingan untuk 250 gram tepung : 50 gram kopi ditambahkan soda kue sebanyak setengah sendok teh, setelah tercampur tambahkan bumbu bawang putih,garam dan gula yang telah dihaluskan kedalam adonan krupuk tersebut, selanjutnya adonan diaduk hingga merata ( diuleni) sehingga adonan menjadi kalis, setelah adonan kalis (tercampur semua bahan”nya) di bentuk menggunakan plastick rol ataupun daun pisang., Selanjutnya dikukus selama ± 45-60 menit agar adonan memadat. Kemudian adonan yang memadat dipotong sesuai selera dan dijemur langsung dibawah sinar matahari selama ±1 hari agar krupuk kopi tersebut saat di goreng tidak bantat ( kurang maksimal dalam mengembangnya).

Setelah dijemur KRUPUK KOPI dapat di goreng dan disajikan.
Masyarakat Desa Gucialit sangat antusias. KKN Kelompok 28 juga memberikan sample produk kepada Ibu-ibu berupa seduhan TEH KAWA DAUN dan kerupuk kopi yang sebelumnya telah disiapkan oleh peserta KKN kelompok 28. RED

Post Comment