!-- Header -->
Ekonomi Lumajang Peristiwa

PT. LUIS Selalu Berhati – Hati Berinvestasi

LUMAJANG – Sejak awal PT. Lautan Udang Indonesia Sejahtera (LUIS), berhati-hati untuk berinvestasi di Lumajang. Hal ini disampaikan oleh Direktur Operasional PT. LUIS, Agus Sulistyono, SH, M.Hum, usai bertemu dengan pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkab Lumajang, Kamis (10 Oktober 2020).

“Kami tidak akan memanfaatkan tanah garap milik warga termasuk tanah garapan almarhum Salim kancil untuk tambak udang,” ujarnya di hadapan sejumlah wartawan usai bertemu dengan pihak DLH Lumajang.

Pihak PT. LUIS sendiri, siang tadi, mengurus kembali dokumen UKP-IPL di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sebagai salah satu syarat yang harus dipenuhi oleh perusahaan ini.

Khusus untuk tanah garap almarhum Salim Kancil, dia menjelaskan, tanah tersebut bukan termasuk kawasan HGU yang dikelola oleh PT. LUIS. Oleh karena itu, pihaknya tidak akan pernah mengurus itu. Jika memang ada sebagian tanah garap Salim Kancil yang teruruk, maka bersama dinas terkait, pihaknya, ujar Agus, akan di dilakukan peninjauan.

“Kita akan lihat bersama pihak terkait nanti kita akan beri batas”, ungkapnya. Pun dengan kawasan Cemoro Sewu yang berdekatan dengan HGU PT. LUIS. Karena Cemoro Sewu bukan milik PT. LUIS, maka pihaknya, ujar Agus, tidak akan menyentuhnya.

“Cemoro Sewu di luar lahan HGU PT. LUIS. Cemoro Sewu ada di wilayah KKP. Oleh karena itu,  kami tidak berani menyentuh”, paparnya. Kalau kawasan tersebut ada yang terurug, menurutnya, hal itu hanya untuk menahan ombak. Sehingga Cemoro Sewu tidak tergerus ombak pantai Selatan”, tukasnya seraya menambahkan setuju jika Cemoro Sewu dijadikan destinasi wisata sehingga bermanfaat untuk  warga Lumajang khususnya masyarakat sekitar kawasan tersebut. DIN-RED

 

Post Comment