!-- Header -->
Randuagung Digrebek, 17 Sepeda  Motor Bodong Disita
Hukum Lumajang Peristiwa

Randuagung Digrebek, 17 Sepeda Motor Bodong Disita

LUMAJANG –Mengantisipas aksi kejahatan menjelang bulan suci Ramadhan, Polres Lumajang, Jawa Timur, menggelar razia kendaraan bermotor yang tidak dilengkapi surat-surat resmi alias bodong di rumah-rumah penduduk.

Razia dan penggerebekan kali ini dilakukan di Desa Kalidilem, Kecamatan Randuagung. Terlihat AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH, SIK, MM, MH (Kapolres Lumajang) memimpin sendiri razia dan penggrebekan.

Sebelum dilakukan penggerebekan, digelar apel pagi, di Balai Desa Kalidilem. Ada 150 personil anggota Polres Lumajang hadir dalam apel pagi tersebut.

Dalam aksinya, Kapolres membagi 3 kelompok dengan sasaran 3 dusun (Krajan, Grojokan Curah Lapak). Masing-masing kelompok dipimpin oleh kasat Binmas, Kasat Lantas dan Kasat Narkoba. Sementara itu Kasat Reskrim memimpin Tim Penindakan.

Razia pada Selasa (30/4/2019) ternyata membuahkan hasil. Sebanyak 17 kendaraan bodong (tidak ber STNK dan BPKB). Selain itu, juga ditemukan kendaraan yang nomor rangka dan nomor mesin sengaja dirusak.

Kapolres saat melakukan razia.DIN

Penggrebekan dan razia kali ini difokuskan untuk mempersempit pergerakan para pelaku begal maupun pencurian kendaraan bermotor.

“Saya ingin memutus mata rantai pencurian kendaraan bermotor. Kalau tidak ada peminat motor-motor bodong lagi, para pelaku curanmor juga akan berhenti sendirinya mencuri motor. Ini juga mempersempit ruang gerak pelaku begal dan pencurian sepeda motor”, tukas Arsal.

Pihaknya kata Arsal, menemukan sepeda motor CBR model sport yang diduga hasil tindak kriminal. Kunci kontak dan kunci tanki bensin sudah dirusak. “Si pemilik mengampelasnya sehingga tak bisa dikenali lagi. Saya jamim 99 % pasti hasil curanmor”, tandasnya.

Ada juga sepeda motor ber STNK tapi tidak ada BPKB nya. Setelah di cek, si pemilik membeli dengan harga dibawah pasaran.

“Salah satu motor yang kami sita, harga pasarannya 5 juta tapi dibeli hanya Rpb 1,5 juta. Pembeli bisa kena pasal penadah. Jadi masyarakat agar hati-hati bila membeli motor”, tutur Arsal.

Salah satu sepeda motor Siti Khodijah (51 th) Randuagung, ikut disita. Dia tidak tahu kalau sepeda motor yang dibeli seharga Rp 1,5 juta didapat dari aksi kejahatan.

“Saya beli dari teman Rp 1,5 juta. STNK ada tapi BPKB nya belum dikasih. Saya mau minta pertanggungjawaban yang men jual”, ucapnya sedih.

Masyarakat yang merasa kehilangan sepeda motor dipersilahkan ngecek langsung ke Polres Lumajang. Barangkali dari 17 motor yang disita ada motor miliknya.”

Barang bukti ini akan kami gelar sampai satu minggu ke depan”, imbuh Arsal.DIN