!-- Header -->
Rangsang Bayar Pajak Lebih Awal, Desa Purwosono Tabur Ratusan  Hadiah
Hiburan Lumajang Suara Desa

Rangsang Bayar Pajak Lebih Awal, Desa Purwosono Tabur Ratusan Hadiah

PEDOMANINDONESIA.COM – Untuk merangsang wajib pajak bayar sebelum deadline pembayaran, Kades Purwosono, Kecamatan Sumbersuko, Lumajang, Jawa Timur, menggelar acara Undian PBB.
“Undian Hadiah PBB Lagi, Bro” adalah tema undian lunas PBB karena ini undian yang kali kedua (pertama tahun 2018 dan kedua 2019).

“Ini pengundian kedua kalinya sebagai bentuk support system dari Pemerintah Desa Purwosono yang menyambut adanya reward dari BPRD (Badan Pajak dan Retribusi Daerah) Pemerintah Kabupaten Lumajang”, ujar Hendrik Dwi Martono, SE, Kades Purwosono, Minggu (5/5/2019).

Dijelaskan, support system dari pemerintah kabupaten yang diterima pemerintah Desa Purwosono sebagian dikembalikan kepada wajib pajak.

“Kita kemas reward untuk masyarakat berupa hadiah menarik dengan cara diundi”, pungkasnya. Hadiahnya beragam. Ada hadiah utama berupa kulkas, sepeda angin, magic com, televisi dan hadiah menarik lainnya.

Langkah Desa Purwosono ini positif agar wajib pajak senang. “Pembayaran wajib pajak grafiknya naik terus. Setiap bulan April kita komitmen dengan masyarakat agar pajak PBB nya lunas”, ujarnya.

Masyarakat diminta tidak khawatir, pajak yang dibayarkan akan dicatat dan disetor oleh petugas pungut pajak. “Buktinya kita dapat reward dari pemerintah kabupaten. Berarti kita sudah bayarkan kepada pihak BPRD atau Bank Jatim”, paparnya.

Animo masyarakat cukup tinggi. Terbukti, saat mendengar ada undian pajak PBB, mereka segera bayar, bahkan ada yang bayar lunas di lokasi undian. Mereka tertarik dengan hadiah yang diberikan.

“Jadi, kalau lunas dapat kupon undian. Ini sebagai antisipasi jasa pungut agar bisa setransparan mungkin”, paparnya.

Dijelaskan, bentuk reward pemerintah kabupaten bila lunas PBB bulan April adalah 40 % dari pagu. Kalau lunas Mei rewardnya 30 % , Juni 20 %, Juli 10%. “Reward 40 % sama dengan sekitar Rp 36 juta. Jadi, pemerintah desa dapat reward 40% dari PBB yang dibayarkan”, tukasnya.

Hanya saja, Hendrik berharap agar rewardnya tidak sampai bulan Agustus atau September agar sebagian reward untuk masyarakat tidak sampai “ngutang”.

“Menyangkut hal ini kita sampaikan ke Bunda Indah dan beliau mengapresiasi. Seharusnya untuk merangsang pemerintah desa, maka reward dari pemerintah kabupaten sebulan setelah pelunasan”, paparnya. DIN