!-- Header -->
Lumajang Suara Desa

Rayyan Agung : Selok Besuki Butuh Lompatan Menuju Desa Andalan

LUMAJANG – Suksesi Kepala Desa Selok Besuki, Kecamatan Sukodono, tinggal hitungan hari lagi. Para calon sudah mengikuti tahapan-tahapan seleksi yang diselenggarakan oleh panitia. Salah satu yang lolos untuk dipilih menjadi Kades Selok Besuki adalah Agung Susilo (Rayyan Agung).

Berikut hasil wawancara Pedomanindonesia.com dengan Agung Susilo (Rayyan Agung) yang ditulis dalam bahasa tutur.

“Saya hobi silaturahmi. Banyak bergaul, berinteraksi, berbaur dengan kawan-kawan dan masyarakat di Desa Selokbesuki, termasuk dengan tokoh-tokohnya. Awalnya sih bercanda. Lewat obrolan ringan dengan beberapa kalangan, terlontar kalimat “Mas, nyalon petinggi opoko? Petinggi Selok Besuki. Sampeyan kan  punya pengalaman banyak. Punya hubungan yang luas”.

BERBAUR : Terlihat Rayyan Agung  saat  berdialog dengan para pemuda dan saat mengantarkan jenazah tetangganya yang meninggal dunia. RED

Waktu itu saya hanya tersenyum dan belum mengiyakan. Namun, dalam perjalanannya, saya berpikir dan tergugah. Terbesit dari hati kecil saya, desa saya ini belum ada perubahan yang signifikan, apalagi lompatan lompatan besar. Sebagai orang yang dibesarkan di sini, saya merasa punya tanggung jawab moral agar desa ini maju.

Saya kemudian bertanya, berdiskusi dengan rekan-rekan saya yang kini jadi kades. Kenapa desa saya kok tidak bisa maju dibandingkan dengan desa-desa lainnya? Jawaban kawan-kawan hampir sama, semua tergantung nya. Pemimpinnya.

Mungkin sudah saatnya sekarang saya terjun langsung, berkontribusi memajukan desa sendiri. Bismillah. Dengan niatan tulus memajukan desa Selok Besuki saya ikut proses PAW ini”.

Disinggung soal apa sebenarnya potensi di Desa Selok Besuki sehingga seorang Rayyan Agung ikut proses PAW ini, dia kembali menuturkan.

“Sebenarnya banyak potensi yang bisa digali dan dikembangkan di desa ini, termasuk sumber daya manusianya, terutama pemudanya, sangat luar biasa bila diajak bersama-sama membangun desa mereka. Potensi lain misalnya, di Selok Besuki ini dulu punya beberapa  makanan spesial dan khas yang bisa dijadikan sumber ekonomi masyarakat sekitar.

Rayyan Agung siap membangun desanya dengan berbagai program andalan. RED

Makanan ini dulu sempat fenomenal. Tapi karena tak tidak mendapatkan perhatian serius terutama dari pihak desa, akhirnya hilang. Banyak sebenarnya potensi di Selok Besuki bila benar-benar digali dan diseriusi, dan dikembangkan sebagai sumber penghasilan masyarakatnya. Nanti juga ada program saya khusus buat ibu-ibu rumah tangga sebagai penghasilan tambahan mereka yang bisa dikerjakan dari rumah sendiri.

Perlu juga saya sampaikan, bahwa Selok Besuki ini terkenal dengan pencak silatnya. Dari sisi keseniannya, saya ingin menghidupkan kembali Pencak Silat Selok Besuki. Kita dirikan Padepokan buat mereka berlatih dan mengembangkan seni bela diri ini. Kita tampung pemuda pemudi yang punya bakat ini. Tentu program-program lain, lompatan-lompatan lain kita siapkan demi kemajuan desa ini”.

Untuk maju sebagai calon Kepala Desa Selok Besuki, Rayyan Agung mengaku tidak ujug-ujug maju. Dia harus minta restu kepada kedua orangtuanya, istrinya, anaknya, dan saudara-saudaranya dan tokoh-tokoh termasuk tokoh agama di Selok Besuki.

“Bahkan saya silaturahim ke para tokoh agama ini. Saya minta pertimbangan dan nasehat kepada mereka sebelum ada deklarasi saya menyatakan maju. Kalau dari sekian tokoh yang ada di Selok Besuki ada satu tokoh yang tidak setuju saya ikut pencalonan ini misalnya, maka saya tidak akan maju terus.

Jika memang nanti garis saya sebagai Kades Desa Selok Besuki, maka para tokoh agama, kalangan tokoh pemuda, para tokoh di RT-RW kita libatkan  dalam membangun desa ini”.

Rayyan Agung bersama istrinya. Siap menjadi pelayan masyarakat bila ditakdirkan menjadi Kades Selok Besuki.RED

Saat ini ada 3 calon Kepala Desa Selok Besuki yang akan berlaga dan salah satunya Rayyan Agung. Apa pendapatnya tentang kedua calon itu?

“Kalau saya melihat mereka sebagai kompetitor. Bukan lawan, apalagi musuh. Anggap ini sebuah kompetisi untuk nmemikat hati rakyat dan para tokoh. Saya dan mereka inshaa Allah punya niat baik untuk memajukan desa ini. Maka berkompetisi lah dengan cara baik.

Khusus untuk yang akan memilih pada pemilihan nanti, saya hanya mengajak untuk memilih dengan ikhlas. Ikuti hati kecil dan lihatlah fakta di lapangan. Fakta terkait profil calon. Kalau sudah tahu kemungkinan besar pilihannya tidak akan salah”, tuturnya seraya meminta doa restu dari rekan-rekannya terutama warga desa Selok Besuki. RED

Post Comment