Advertisement
!-- Header -->
Aroma Tak Sedap Rekruitmen Penyuluh Kemenag, Ada Yang Lolos Rangkap Jabatan?
Pendidikan dan Agama

Aroma Tak Sedap Rekruitmen Penyuluh Kemenag, Ada Yang Lolos Rangkap Jabatan?

LUMAJANG – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, melakukan rekrutmen Penyuluh Agama Islam (PAI) non PNS periode 2020-2024.

Nama – nama yang dinyatakan lolos seleksi, pada hari Kamis – Jumat (26-27/12/2019), diminta melakukan daftar ulang. Menariknya, ada dugaan beberapa nama yang lolos seleksi sedang merangkap jabatan. Padahal, rangkap jabatan tersebut  dilarang karena sama-sama honornya satu kementerian (double accounting).

Hasil penelusuran media ini, ada yang penyuluh merangkap P4b. Ada pula penyuluh merangkap guru sergu/ insentif.

“Pertama, penyuluh merangkap P4b/ pembantu penyuluh/ mudin. Kedua, Penyuluh merangkap guru sergu/ insentif yang sudah masuk guru pusat”, ungkap beberapa sumber di internal Kementerian Agama Lumajang yang meminta namanya tidak dipublikasikan, Rabu (25/12/2019).

Menurut para sumber terpercaya tersebut, nama-nama yang lolos seleksi ini ada di kecamatan yang berbeda. Oleh karena itu, Kepala Kemenag dan Kabid/ Kasie yang membidanginya, kata mereka, harus jeli dan tidak kecolongan atas rekruitmen ini. “Jika tidak jeli dan nama-nama yang rangkap jabatan tersebut diloloskan, maka Kemenag bisa kenak batunya. Kemenag bisa menghadapi persoalan di kemudian hari. Kemenag harus benar-benar ngecek ke bawah. Jangan sampai dibohongin”, ujarnya.

Dari data yang masuk ke redaksi Pedoman Indonesia.com, pada 20 Desember 2019 lalu, Kepala Kemenag Lumajang, Drs. Mohammad Fachrur Rozy,  M.HI, mengirimkan surat pemberitahuan hasil seleksi  Penyuluh Agama Islam (PAI) non PNS periode 2020-2024 kepada Kepala KUA Kecamatan se Kabupaten Lumajang.

Surat yang berisi nama nama PAI yang lolos tersebut agar diberitahukan kepada yang bersangkutan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Di lampiran I dalam suratnya, tercantum 168 nama PAI yang lolos seleksi. Mereka tersebar di kecamatan Se Kabupaten Lumajang.

Ditelpon lewat HP, Kepala Kemenag tidak memberikan jawaban, meskipun terdengar nada dering (HP aktif). Dihubungi lewat WA, dia tidak memberikan jawaban alias hanya dibaca.

Sementara itu, Kasie Bimas Islam Kemenag Lumajang, Dr. H.M. Mudhoffar, menyampaikan, dalam aturannya, PAI yang dinyatakan lolos benar-benar statusnya tidak terikat di instansi manapun yang gajinya  dari 2 sumber yang sama (yakni APBN atau APBD).

“Itu jelas kita sampaikan dalam persyaratan secara terbuka. Bahkan, saat daftar ulang selama 2 hari, yang lolos seleksi membuat surat pernyataan betul-betul tidak merangkap jabatan  yang bayarannya dari sumber APBN maupun APBD. Misalnya, dia sudah sergu masih jadi penyuluh. Atau guru kontrak yang dibiayai APBD masih merangkap penyuluh”, tukasnya.

Kalaupun mereka yang lolos rekruitmen PAI ada yang rangkap jabatan, pihaknya, kata Mudhoffar, akan memanggilnya untuk klarifikasi.

“Biar tidak ada keputusan sepihak, kalau ada laporan kita klarifikasi dulu bersangkutan. Kita panggil baik-baik. Kalau benar, kita suruh pilih. Jadi penyuluh atau jabatan yang sebelumnya”, pungkas mantan aktivis kampus ini.

Jika bersangkutan diketahui setelah beberapa bulan menjabat sebagai penyuluh, pihaknya, ungkap Mudhoffar, tetap akan memberhentikan sebagai penyuluh.

“Tentu kita harus punya data valid atau laporan valid dari masyarakat terkait penyuluh yang merangkap jabatan tersebut. Kalau datanya valid silahkan laporkan ke kita. Akan kita tindak lanjuti”, paparnya. (TIM – RED)

Post Comment