Advertisement
!-- Header -->
Retno Pernah Dihukum 10 Bulan, Sikat Uang dan Emas di Probolinggo
Hukum Lumajang Peristiwa Probolinggo

Retno Pernah Dihukum 10 Bulan, Sikat Uang dan Emas di Probolinggo

Advertisement

PEDOMANINDONESIA – Aksi tipu-tipu Retno, perempuan yang mengaku warga Sampang, Madura, Jawa Timur, ternyata pernah menjalani hukuman penjara selama 10 bulan, di Sukamiskin, Bandung Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Hal ini disampaikan Kapolres Lumajang, AKBP Dr. Muhammad Arsal, SH, SIK, MM, MH, saat melakukan introgasi, di Markas Tim Cobra Polres Lumajang, Jum’at, 28 Juni 2019.

“Ternyata tersangka pernah menjalani hukuman 10 bulan di Sukamiskin Bandung, Jawa Barat dalam kasus penipuan,” ujar Arsal, panggilan karibnya.

Kemudian di Probolinggo, tersangka Retno berhasil menipu seorang korbannya. Jumlahnya lumayan banyak, yakni Rp 15 juta plus perhiasan (gelang emas 12 gram). Perhiasan milik korban tersebut kemudian dijual seharga Rp 3,6 juta. Dia tinggal dan melakukan aksinya di Probolinggo selama 8 hari.

Perempuan yang mengaku pernah menjadi mucikari di Sampit Kalimantan ini, sempat mencari sasaran/ korban di Jenggawah Kabupaten Jember. Di sana dia sempat tinggal di rumah warga selama 4 hari. Namun, karena sasarannya dianggap tidak memiliki uang banyak, dia bergeser ke Kabupaten Lumajang hingga bertemulah dengan warga Pasirian bernama “Tuhan”.

“Dia di Jember 4 hari, di Probolinggo 8 hari, di Lumajang 3 hari. Sebelumnya dia ngakunya tinggal di Sampit Kalimantan Timur selama 10 tahun. Di sana profesinya semacam mucikari. Perorang (perempuan) tersangka mendapatkan uang Rp 500 ribu. Tapi uangnya, menurutnya, habis entah dibuat apa saja”, pungkas Arsal.

Melalui “Tuhan” inilah tersangka Retno mulai melancarkan aksinya. Dia nginap di rumahnya selama kurang lebih tiga hari. Layaknya dalam sebuah cerita Sinetron, tersangka mengaku sebagai Bos beberapa Hotel dan Bos batu bara di Kalimantan Timur.

Baca : https://www.pedomanindonesia.com/penipu-ulung-mantan-mucikari-sempat-ngajak-nikah-dengan-tuhan/

Dr. Arsal memaparkan, korban bernama Tuhan berhasil ditipu sebesar Rp 1,2 juta, sedangkan korban di Jember belum diketahui. Sementara korban lain di Probolinggo sebesar Rp 15 juta dan perhiasan senilai Rp 3,6 juta. ” Ini atas pengakuan tersangka”, tuturnya.

Dijelaskan, Polres Lumajang masih akan mendalami apakah modus yang dilakukan ini termasuk hipnotis atau tidak.

“Konsepnya kayak mempengaruhi seseorang supaya orang itu merasa yakin kepada tersangka yang mengatakan punya tambang batu bara, memiliki hotel di Batam dan dimana mana. Apalagi si korban (Tuhan, Red) menyatakan mendengar sendiri pembicaraan tersangka dengan pihak yang mengaku dari pihak bank, bahwa uang itu sudah ada pergerakan dan akan cair Rp 15 miliar. Kita dalami semua”, selorohnya.

Katim Cobra Polres Lumajang, AKP Hasan Cobra, menambahkan, akibat perbuatannya, tersangka Retno dikenakan pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. “Serta pasal 379 KUHP tentang penipuan sebagai mata pencaharian dan korbannya lebih dari satu orang”, imbuhnya.

Tersangka Retno, awalnya mencla mencle dan mbulet ketika diinterogasi. Namun, setelah didesak dan disodori bukti-bukti kalau dia sudah melakukan aksi penipuan di lintas provinsiakhirnya dia mengaku juga. “Iya, Pak. Benar. Saya menipu banyak orang”, tuturnya dengan wajah melas. (DIN)

Post Comment