!-- Header -->
Advertisement
Ribuan Siswa dan Guru MADIN Kepung Gedung DPRD Lumajang
Pendidikan dan Agama

Ribuan Siswa dan Guru MADIN Kepung Gedung DPRD Lumajang

LUMAJANG, PEDOMANINDO.com – Ribuan massa, Senin (5/8), mendatangi Gedung DPRD Lumajang. Mereka berasal dari berbagai sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI), guru-guru MADIN ( Madrasah Diniyah), bahkan ada juga dari Sekolah Dasar. Para demonstran ini menuntut agar pemberlakuan Permendikbud 23 terkait 5 hari sekolah/ Full Day School dicabut.

Selain berorasi, mereka membentangkan spanduk bertuliskan kecaman terhadap Mendikbud, antara lain : copot Mendikbud Muhajir, Tolak 5 Hari Sekolah, Selamatkan Moral Anak Bangsa, dan kecaman-kecaman lain.

Ribuan Demonstran ini mayoritas siswa-siswi MI, MADIN, dan MTs. Mereka rela meninggalkan kegiatan di sekolah untuk ikut aksi demo menolak Permendikbud No. 23 tahun 2017.

Sementara itu, Sugianto, Ketua Komisi D DPRD Lumajang, menyampaikan, demonstran meminta agar pemerintah Kabupaten Lumajang menolak Full Day School.

“Para pendemo mendesak supaya pemkab menolak. Alasan mereka 5 hari sekolah akan mematikan peran TPQ, TPA, guru ngaji di mushola-mushola, di pesantren-pesantren,” tukasnya.

Selain itu, kata Sugianto, Lumajanag belum siap dengan Full Day School. FIK