Advertisement
!-- Header -->
Kesehatan Lumajang Peristiwa Politik & Pemerintahan

Rumah Sakit Dilarang Menolak Pasien, Deddy Firmansyah : Bisa Pidana 2 Tahun Denda Rp 200 Juta..!!

Advertisement

LUMAJANG – “Pemberitahuan Penutupan Ranap Covid”. Begitu bunyi kalimat yang masuk ke redaksi PedomanIndonesia.com dan beredar di grup WA, pada Minggu (25/7/2921. Kalimat lengkapnya sebagaimana berikut :

Sehubungan dengan penuhnya kapasitas ruang perawatan pasien Covid 19, keberbatasan Oksigen dan kapasitas tenaga kesehatan, maka per tanggal 25 Juli 2021 RSUD Dr.Haryoto Lumajang :

1. Menghentikan sementara penerimaan rujukan pasien baru Covid 19. Tenaga kesehatan RSUD Dr.Haryoto Lumajang akan difokuskan untuk merawat pasien yang saat ini sedang menjalani perawatan.

2. Instalasi Rawat Inap sementara waktu difokuskan bagi pasien yang saat ini sedang dirawat.

3. Instalasi Gawat Darurat RSUD Dr.Haryoto Lumajang tetap melakukan pelayanan dengan menerapkan protokol triage ketat dan pasien yang terindikasi Covid 19 akan dialih rawat ke Rumah Sakit sekitar yang masih tersedia kapasitas ruang perawatan isolasi dan ketersediaan Oksigennya.

Upaya tersebut diatas dilakukan selama kapasitas ruang perawatan Covid 19 penuh dan keterbatasan Oksigen masih belum terpenuhi sembari memperhatikan perkembangan yang berlangsung. Setiap perubahan dan perkembangan yang terjadi akan diumumkan lebih lanjut. Lumajang, 25 Juli 2021. Direktur RSUD Dr.Haryoto Lumajang.

Dokter Halimi Maksum, Direktur RSUD dr. Haryoto ketika dikonfirmasi via WA membenarkan hal tersebut. “Inggih semalam. Kita lihat hari ini kondisi”, ungkapnya membenarkan lewat, Senin (26/7/2021) sekitar pukul 04.29 WIB.

Atas beredarnya surat ini, anggota DPRD Lumajang dari Partai Hanura, Deddy Firmansyah, menyatakan, keadaan sekarang memang serba sulit. Tenaga medis jumlahnya terbatas dengan tugasnya masing-masing. Pasien terus berdatangan. Ditambah lagi permasalahan oksigen yang semakin menipis.

Ini kondisi sangat memprihatinkan khususnya di Kabupaten Lumajang. Namun, secara aturan sudah diatur dalam undang-undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan.

Di situ disebutkan, pasal 32 : pertama dalam keadaan darurat fasilitas pelayanan kesehatan baik pemerintah maupun swasta wajib memberikan pelayanan kesehatan bagi penyelamatan nyawa pasien dan pencegahan kecacatan terlebih dahulu. Yang kedua, dalam keadaan darurat fasilitas pelayanan kesehatan baik pemerintah maupun swasta dilarang menolak pasien.

“Di sini sudah jelas. Artinya dilarang menolak pasien. Kondisi saat ini rumah sakit dr. Haryoto Lumajang tidak bisa menerima pasien. Artinya, ketika ada pasien baru yang datang otomatis tidak bisa mendapatkan hak pelayanan kesehatan di rumah sakit tersebut. Nah, ini yang perlu diluruskan dan persoalan ini pemerintah harus memberikan solusi, jalan keluar untuk mengatasi ini”, papar anggota Komisi D DPRD Lumajang ini saat dikonfirmasi via seluler, Senin (26/7/2021).

Pihak rumah sakit, ujar Deddy, tidak bisa serta-merta (dengan alasan keterbatasan segalanya) masyarakat tidak bisa mendapatkan hak pelayanan kesehatannya. Sebagai solusi darurat, ketika ada pasien baru langsung dialihkan sementara ke rumah sakit terdekat yang lain, tapi dengan catatan si pasien dipastikan mendapatkan hak pelayanan yang sama.

“Jadi, bukan dilempar begitu saja ke rumah sakit lain tetapi tidak bisa memastikan disana mendapatkan hak pelayanan kesehatannya. Nah ini yang harus diluruskan. Supaya masyarakat ini tidak bingung. Sekarang masyarakat dituntut untuk menjaga kesehatan, namun pemerintah sendiri memberikan gambaran yang sangat darurat, baik itu di media dan di mana-mana. Makanya pemerintah harus segera mengatasi ini, terutama juga masalah oksigen”, katanya.

SEGERA CARIKAN SOLUSI : Deddy Firmansyah saat berada di RSUD dr. Haryoto Lumajang. RED

Beberapa waktu yang lalu, Bupati Lumajang, ucap Deddy, sudah memastikan bahwa oksigen di Lumajang aman. Tapi pada saat ini sudah mulai krisis oksigen.

“Tolonglah, Bupati sebisa dan segera mungkin melakukan langkah koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang infonya mereka menyediakan oksigen untuk kebutuhan rumah sakit – rumah sakit di daerah. Kalau benar-benar sudah mentok untuk RSUD yang lockdown ini, pastikan pasien yang dialihkan ke rumah sakit lain mendapatkan pelayanan yang sama”, ujarnya.

Rumah sakit yang tetap menolak pasien, tandas Deddy, maka ada sanksi tegas sebagaimana diatur dalam undang-undang nomor 36 tahun 2009, ketentuan pidana pasal 190.

PIDANA MENOLAK PASIEN : Undang-Undang yang melarang menolak pasien dan akan dipidana. RED

Bahwa pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan atau tenaga kesehatan yang melakukan praktik atau pekerjaan pada fasilitas pelayanan kesehatan dengan sengaja tidak memberikan pertolongan pertama terhadap pasien dalam keadaan darurat sebagaimana dimaksud pada pasal 32 ayat 2 atau pasal 85 ayat 2 dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 tahun, denda paling banyak Rp. 200 juta.

“Jadi, ada ketentuan pidananya apabila rumah sakit tidak memberikan pertolongan pertama. Artinya, tidak boleh serta merta menolak pasien yang datang, baik itu pasien covid-19 atau pasien penyakit lainnya. Masyarakat semuanya tanpa terkecuali, tidak melihat status jabatan. Haknya sama. Mendapatkan pelayanan kesehatan. Sekali lagi saya sampaikan, apabila rumah sakit dr. Haryoto memberikan solusi untuk dialihkan, saya minta kepada jajaran rumah sakit atau pemerintah pastikan pasien tersebut bisa diterima di rumah sakit yang dituju dan mendapatkan hak pelayanan kesehatan yang sama”, ungkapnya.

AYO MULAI AKTIVITAS TAPI TETAP TAATI PROKES

Menurut Deddy, saat ini Lumajang berada di level 4 setelah PPKM Darurat. Sesuai instruksi presiden, kegiatan masyarakat mulai bertahap dibuka. Ini artinya perekonomian masyarakat sudah mulai diberikan kelonggaran dengan batasan waktu supaya tidak terjadi kerumunan.

“Mungkin saya bisa berharap kepada masyarakat di tengah keadaan sulit ini, di tengah-tengah aktivitas mohon untuk tetap mentaati protokol kesehatan. Ini sangat penting untuk melindungi diri kita dan keluarga. Kemudian, konsumsi makanan yang sehat, mengandung vitamin. Ini sangat penting. Vitamin ini mudah didapat, mulai dari bahan-bahan herbal atau juga dari buah-buahan, atau juga ada vitamin-vitamin yang sudah diperjual belikan di apotek-apotek. Ini sangat penting bagi kita supaya imun tubuh kita paling tidak selalu stabil. Kemudian ada satu langkah lagi, berjemur di bawah sinar matahari untuk mendapatkan vitamin D langsung dari matahari ke tubuh kita. Dimulai dari jam 10 sampai 15 menit”, pintanya.

SEGERA CARIKAN SOLUSI : Deddy saat ke pasien RSUD dr. Haryoto Lumajang. Dia meminta pemerintah daerah segera mencarikan jalan keluar. RED

Yang terpenting lagi menurutnya adalah kesadaran masyarakat secara bersama-sama. Karena, pemerintah akan sangat kesulitan apabila kesadaran masyarakat ini kurang. Jika masih ada yang beranggapan covid-19 ini konspirasi atau covid-19 itu tidak ada, maka pikiran seperti ini perlu dihilangkan. Paling tidak mejaga kesehatan diri sekeluarga. Apalagi sudah banyak sanak saudara, tetangga, kerabat dekat yang menjadi korban.

“Ini adalah gambaran nyata, bahwa Covid-19 itu memang ada. Namun jangan terlalu takut yang berlebihan. Kita santai. Pikiran tetap tenang. Prokes tetap dijalankan. Aktivitas ayo dimulai lagi, dengan catatan prokes tetap harus menjadi utama sebagai pelindung diri dan keluarga”, pintanya berharap. RED

Post Comment