!-- Header -->
Lumajang Peristiwa

Saksi Mata : Saya Melihat Percikan Api Dari Kabel Luar Rumah

LUMAJANG – Kebakaran di Klakah Lumajang, Jawa Timur, yang menghanguskan 2 rumah dan 1 bengkel-menurut saksi mata-berasal kabel listrik PLN yang ada di luar rumah maupun bengkel.

Dia menceritakan, pada saat dirinya santai di sebuah warung sekitar tempat kejadian perkara (TKP), di Jalan Ranu, Dusun Pesantren Desa Klakah, dia melihat seperti percikan api dari kabel listrik lalu merembet ke bengkel dan muncul asap dari bengkel tersebut.

Berikut penuturannya dengan bahasa Madura. “Waktu itu ada orang yang beli makan di warung ini. Tiba-tiba terlihat percikan api merembet ke arah bengkel. Setelah itu terlihat asap keluar dari atas bengkel. Jadi, percikan api yang terlihat tadi itu sepertinya merembet dan mengenai bengkel”, ujarnya sambil menunjukkan asal api dari kabel listrik luar rumah/ bengkel.

Saksi mata yang enggan dipublikasikan identitasnya ini  mengaku tidak  tahu kalau ternyata percikan api yang dlihatnya membakar sebuah bengkel dan dua rumah. Diceritakan pula, saat insiden kebakaran sedang ada perbaikan tiang listrik di depan SMPN 2 Klakah yang lokasinya tidak jauh dari TKP.

Sementara itu, Mamad, pemilik rumah yang terbakar menceritakan, saat itu rumahnya dalam keadaan kosong. Sedangkan 1 rumah lagi-karena berdempetan-ikut terbakar. Sementara sebuah konter yang juga berdekatan tidak tersentuh api. Tapi barang barangnya, termasuk puluhan HP ludes.

“Bukan ludes terbakar, tapi ludes ditolong orang-orang alias dibawa kabur. Mereka ikut menolong dan membawa hp yang mereka tolong”, ujar keluarga Mamad.

KEBAKARAN : Dua rumah dan 1 bengkel ludes terbakar. RED

Bukan hanya itu, toko baju yang berada di dekat rumah terbakar, ikut “diamankan” oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab.

“Pemilik toko baju sebelah ini, kan khawatir api merembet ke tokonya. Makanya semua baju-baju di dalam diamankan bersama kerangka baju. Dibantu banyak orang. Patung bajunya ditaruk bajunya diambilin orang orang. Ini yang namanya kesempitan dalam kesempitan”, ungkapnya.

Baca : https://www.pedomanindonesia.com/api-hanguskan-rumah-dan-bengkel/

Pihak keluarga/ famili korban rumah terbakar juga mengaku miris. Pasalnya, saat kejadian lebih banyak orang menonton dan memvidiokan ketimbang menolong.

“Padahal, saya sudah berteriak-teriak minta tolong agar dibantu. Tapi mereka sibuk merekam kejadian kebakaran. Miris,” ujar salah seorang keluarga korban saat diwawancarai di rumahnya, Rabu (29 September 2020) siang.

NYARIS KEBAKARAN SUSULAN

Meskipun pihak Damkar bersama BPBD Kabupaten Lumajang sudah melakukan pemadaman, ternyata api masih ada dan perlahan lahan membakar sisa-sisa lemari dan kasur.

“Kajadiannya, kan hari Minggu sore dan waktu itu juga dilakukan pemadaman. Titik-titik api dianggap sudah tidak ada. Tapi ternyata, Senin dini hari, sekitar pukul 3 pagi lemari terbakar. Kami langsung memadamkan api dengan air. Kalau jam segitu saya tidak datang ke TKP, kemungkinan akan terjadi kebakaran susulan dan merembet lagi. Karena api sudah membakar lemari bagian atas”, ungkap Mamad.

 

Kemudian, pada hari Selasa, sisa-sisa api yang tidak terkenak semprotan air damkar membakar kasur. “Selasa pagi api masih ada, bahkan membakar kasur yang masih ada”, tuturnya.

Dia juga mengaku langsung mendatangi Mapolsek Klakah untuk membuat laporan. “Kita sudah melaporkan kejadian ini ke Polsek. Tapi belum ada kelanjutan. Disuruh balik lagi. Makanya hari ini kami akan melaporkan lagi peristiwa kebakaran ini,” tuturnya.

Karena para korban rumah kebakaran menganggap terjadinya kebakaran (sementara) bukan berasal dari rumah maupun bengkel, mereka ingin tahu sikap PLN atas peristiwa ini.

“Kalau misalnya penyebab jadinya kebakaran itu bukan karena konsleting kabel rumah kami, apakah ada kepedulian dari pihak PLN? Kami ingin tahu itu. Kami nanti juga ingin tahu penyebab sebenarnya itu dari mana, mengapa. Makanya kami laporan ke polisi?”, tukasnya.

Pihak BPBD sendiri, saat ditanya penyebab utama kebakaran via seluler, menyampaikan, BPBD hanya terbatas pada bencananya. Selanjutnya, untuk sebab dan lain-lain ranahnya jajaran samping.

Pantauan media ini, rumah dan bengkel yang terbakar sudah dipasangi garis polisi (police line). Rumah tersebut milik Pak Dul Pa’i, Bengkel Haisal, rumah Mamad, dan Konter Deki. DIN-RED

Post Comment