!-- Header -->
Lumajang Pendidikan dan Agama

Satbinmas Polres Lumajang Sosialisasikan Bahaya Faham Radikalisme

Advertisement

Lumajang – Guna mencegah penyebarnya faham yang dapat mengganggu kamtibmas, Binmas Polres Lumajang melakukan sosialisasi ke sejumlah pondok pesantren di Kabupaten Lumajang, sosialisasi ini dilaksanakan di Ponpes Al Fauzan Desa Labruk Lor Kecamatan Lumajang. Sosialisasi ini dilakukan, untuk menyampaikan terkait bahayanya faham intoleransi, radikalisme dan anti Pancasila.

Kasat Binmas Polres Lumajang AKP Didik Sugiarto SH mengungkapkan bahwa kegiatan itu mendapat sambutan yang sangat positif dari pihak Pondok Pesantren. “Dengan harapan, para santri pondok pesantren tersebut menjadi generasi terbaik untuk NKRI,” ujarnya Selasa, (8/11/2022).

Pihaknya memaparkan, dalam sosialisasi itu memberikan materi terkait pancasila. Indonesia terdiri dari berbagai macam suku dan bangsa. Namun situasinya tetap aman dan damai.

“Karena itu, persatuan ini harus terus dipelihara, dengan pancasila sebagai dasar dan ideologi negara,” imbuhnya.

Sementara itu, ia juga menyampaikan bahwa faham radikal sudah berkembang secara luas di dalam dan luar negeri. Faham tersebut muncul di karena-kan ketidak percayaan dan kepuasan terhadap kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh pemerintah.

Faham ini menganggap bahwa tindakan yang mereka lakukan adalah tindakan yang benar. “Padahal tindakan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang menganut faham tersebut merupakan tindakan yang mengancam kesatuan NKRI,” tuturnya.

Adapun usaha atau upaya untuk mengatasi terjadinya paham radikalisme antara lain bisa dengan diadakan pembinaan tentang pemahaman agama yang baik. Melalui pendidikan formal maupun non formal untuk mengantisipasi masuknya paham radikal tersebut.

Disampaikannya juga, Indonesia terus diguncang berbagai tindakan radikalisme. Realitas ini jelas bukan sesuatu yang lumrah dan tidak menyenangkan bahkan dapat menghancurkan citra Islam itu sendiri.

“Hal itu secara otomatis telah menjadi tugas bagi para pemimpin agama Islam dan pemimpin negara. Guna bersama-sama merapatkan barisan, berpegangan tangan untuk maju bersama dalam mem-bangun dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkasnya. RED

Post Comment