Advertisement
!-- Header -->
Komunitas Lumajang Pendidikan dan Agama

Satu Abad NU, Cak Thoriq : Tantangan NU Kedepan Beragam

Advertisement

 

SATU ABAD NU : Cak Thoriq Bupati Lumajang dan  Mas Anang Ketua DPRD Lumajang ( baju batik) saat Kick Off. RED

LUMAJANG – Nahdlatul Ulama (NU) salah satu organisasi keagamaan terbesar di Indonesia. Kini telah mencapai usia satu abad.

Beberapa kegiatan menyongsong satu abad NU mulai dilakukan hampir di seluruh penjuru nusantara, termasuk di Kabupaten Lumajang. Rangkaian satu abad NU di Lumajang mengusung 36 kegiatan, dikemas dalam tujuh program.

Bupati Lumajang, Thoriqul Haq (Cak Thoriq), menandai mulainya penyelenggaraan rangkaian kegiatan dengan menekan tombol “Kick Of  Satu Abad Nahdlatul Ulama”, di Kantor PCNU Kabupaten Lumajang, Jumat (29/7/2022) malam.

Cak Thoriq menyampaikan, NU memiliki sejarah yang sangat panjang. Perjuangan para pendiri NU harus diteladani dan dilanjutkan sesuai harapan besar para pendirinya.

“Tidak seperti saat ini, dulu para pendiri NU masih harus datang mengajak masyarakat untuk ikut pengajian memahamkan nilai Ahlussunnah Wal Jamaah. Warga NU juga tidak seperti sekarang yang jumlahnya sangat banyak. Perjuangan inilah yang harus kita lanjutkan,” katanya.

Cak Thoriq berharap perjuangan tersebut harus diwujudkan dengan pengabdian yang bisa dihadirkan oleh masyarakat.

“Pertanyaannya, kita sudah sampai mana? Kita ini sudah mau satu abad. Harusnya sudah punya jejaring yang luar biasa untuk bisa dirasakan kehadirannya di masyarakat,” ujar dia.

Tantangan ke depan, menurut Cak Thoriq, sangatlah beragam. Sebagai organisasi terbesar di Indonesia harus juga menyiapkan jawaban untuk perkembangan jaman. Mempersiapkan kader-kader NU untuk bisa mengambil porsi dalam kehidupan bermasyarakat.

Di Kabupaten Lumajang, NU telah memiliki pengaruh yang luar biasa dalam kehidupan masyarakat. Banyak lembaga yang berada di naungan NU seperti madrasah, pondok pesantren, lembaga keuangan, lembaga kesehatan dan lainnya. Untuk itu, agar ke depan lembaga-lembaga tersebut terus berkembang harus ada seorang kader NU profesional di dalamnya.

“Pesantren harus terus berjalan, harus dikuatkan sebagai basis nilai-nilai ahlussunnah wal jamaah, sebagai kaderisasi tapi juga harus mikir untuk berubah cepat mempersiapkan kader yang profesional untuk menjawab persoalan di masyarakat,” pungkasnya.

Kegiatan Kick Off  bersamaan dengan peringatan tahun baru Islam dengan istighotsah. Turut dihadiri oleh Bupati Lumajang, H Thoriqul Haq, jajaran Syuriah dan Tanfidziyah PCNU Lumajang, dan sejumlah pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-Lumajang beserta pengurung Lembaga dan Badan Otonom (Banom) NU. Terlihat juga Ketua DPRD Lumajang, Anang Akhmad Syaifuddin. RED

Post Comment