!-- Header -->
Sengketa Lahan, Dewan Desak Bupati Perintahkan BPN Ukur Ulang Lahan PTPN XII
Peristiwa Suara Desa

Sengketa Lahan, Dewan Desak Bupati Perintahkan BPN Ukur Ulang Lahan PTPN XII

MALANG – Kasus pengerusakan puluhan hektare tebu milik warga Desa Tegalrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, di lahan sengketa antara PTPN XII Pancursari dengan warga, membuat anggota DPRD Kabupaten Malang, H. Mahrus Ali, angkat bicara. Ia meminta, BPN (Badan Pertanahan Nasional) atau pihak agraria untuk mengukur kembali keluasan HGU yang dikuasai PTPN XII Pancursari Malang.

“Tebu yang dirusak merupakan tebu warga yang berada di lahan sengketa dengan PTPN XII. Makanya, kami mendesak pemerintah daerah (Bupati) cepat turun tangan agar kasus ini segera terselesaikan,” tukasnya.

Gus Mahrus, panggilan H. Mahrus Ali, menyampaikan, warga merasa rugi besar karena tanaman tebunya seluas sekitar 40 hektare dirusak dengan cara disemprot obat pembasmi rumput. Karena merasa rugi mereka membalas merusak lahan PTPN 12.

Baca juga : https://www.pedomanindonesia.com/ptpn-xii-malang-vs-warga-puluhan-hektare-tebu-dirusak/

“Penyemprotan tanaman tebu milik warga oleh orang tidak dikenal, sudah terjadi dalam sepekan terakhir. Kemarin mereka berjaga jaga agar pengerusakan tidak diulangi lagi,” ungkap wakil rakyat dari dapil 3 (Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Gedangan, Bantur, Pagak dan Kecamatan Donomulyo).

Politisi dari PKB ini mendesak Pemkab Malang ikut turun tangan agar kasus sengketa tanah di Desa Tegalrejo, bisa dituntaskan. “Pemkab harus mau mendengarkan aspirasi warga. Harus turun tangan. Sebenarnya ini kasus lama. Kalau Pemkab segera merespon, maka persoalan ini akan tuntas. Dan apa yang diinginkan masyarakat Tegalrejo akan selesai”, pungkasnya seraya menambahkan, warga meminta ada pengukuran kembali.

“Kalau misalnya HGU yang dikelola PTPN XII Pancursari memang sesuai 1.300 hektar, silahkan. Tapi kalau setelah diukur lebih dari 1.300 hektar, ya diserahkan kembali ke warga biar masyarakat yang mengelola”,  imbuhnya kepada pedomanindonesia.com. (DIN-RED)

Post Comment