!-- Header -->
Hukum Peristiwa Suara Desa

Seorang Mantan Kades di Lumajang Ditahan Kejaksaan

LUMAJANG – Polres Lumajang melimpahkan kasus dugaan korupsi anggaran dana desa (ADD) dan dana desa (DD) tahun anggaran 2016-2017, Selasa (14/7). Pelimpahan ini sekaligua penahanan terdakwa Edi Sujarwo, mantan Kepala Desa Purorejo, Kecamatan Tempursari.

Edi ditahan usai menjalani pemeriksaan secara maraton di Kejari Lumajang. Diduga, Edi menyelewengkan dana dari program pembangunan pintu gerbong Balai Desa, Rehabilitasi Rumah Dinas Kepala Desa, Pembangunan Posyandu Pentris, pembangunan Jembatan Umbul, dan pembangunan wisata Umbul I.

“Berdasarkan hasil penyelidikan, ada perbuatan melawan hukum yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 125 juta,” kata Ferdy Siswandana, Kasi Intel Kejari Lumajang.

Atas perbuatannya, terdakwa dikenakan pasal 2 atau pasal 3 atau pasal 9 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU RI nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan korupsi.

“Hari ini juga terdakwa langsung kami tahan dan dibawa ke Kejati Surabaya,” imbuhnya. Dijelaskan, penahanan itu dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Selain itu, proses hukum berjalan lebih cepat dan segera di proses ke meja hijau.

“Kami akan terus mengembangkan kasus ini. Kalau nanti ada tersangka lain, pasti akan kita terus kembangkan,” ujarnya.

Sementara itu, Penasehat Hukum terdakwa, Wiwin Suharni Kurnia, menyesalkan pada kliennya. Pasalnya, saat menjalani pemeriksaan, Edy tidak kooperatif dan mengelak atas perbuatannya.

“Sejak awal sudah tidak kooperatif. Bahkan saat diperiksa di Polres, pak Edi mengelak dengan mengatakan bahwa kasus dugaan tersebut ada yang memalsukan,” jelas Wiwin.

Terkait upaya hukum lanjutan, Wiwin mengaku mendampingi hanya sampai Kejaksaan saja. Perlu diketahui, Edi Sujarwo telah ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian melalui surat resmi dari Polres Lumajang tertanggal 2 Juli 2019. Kala itu, Edi masih menjabat sebagai Kepala Desa Purorejo. NDY-RED

Post Comment