!-- Header -->
Lumajang Peristiwa

Seratus Lebih Pengedar Narkoba dan Okerbaya Ditangkap Ratusan Ribu BB Diamankan

Advertisement

LUMAJANG – Lumajang memang bukan kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, atau kota besar lainnya. Tapi siapa sangka, ternyata peredaran narkoba, sabu sabu, okerbaya, dan obat-obatan terlarang lainnya, cukup marak dan mengkawirkan generasi muda di kota pisang ini.

Parahnya, dari 86 perkara dengan 106 tersangka ada yang masih berusia 20 tahun. Ada juga yang perempuan. “Tersangka yang paling muda usianya 20 tahun. Yang paling tua 45 tahun”, ujar Kapolres Lumajang, AKBP Dewa Putu D bersama Kasat Narkoba, AKP Ernowo, kepada sejumlah wartawan, Rabu (28/9/2022).

Data yang disampaikan Kapolres Lumajang, selama kurun waktu Januari – September 2022, ada 86 perkara yang berhasil diungkap. Tersangkanya 106 orang. Sebanyak 86 perkara ini meliputi okerbaya sebanyak 28 perkara, narkotika 58 perkara.

“Dari 106 tersangka ini, tersangka narkotika 75 orang laki laki dan seorang perempuan”, tuturnya.

Sedangkan barang bukti (BB) yang berhasil diamankan dengan logo Y warna putih 140.317 butir, DMP warna kuning 17.450, ekstasi 8 butir, sabu sabu 59,15 gram, tanaman ganja 13 batang/ pohon, dan ganja yang sudah kering 91,44 gram.

BUDAK NARKOBA : Inilah budak budak narkoba, sabu sabu, dan okerbaya. Din

“Ini total Januari sampai September 2022”, ujarnya. Khusus 2 bulan (Agustus – September 2022), jumlah perkara yang berhasil diungkap 22 perkara dengan jumlah tersangka 24 orang. Sementara barang buktinya berupa sabu sabu 10,88 gram, logo Y 118 ribu lebih.

Menurut AKBP Dewa, panggilan karibnya, mayoritas tersangka ini profesinya pengedar dan terbanyak dari Pasirian. Hebatnya, mereka memperoleh barang haram ini dengan berbagai cara, termasuk memesan lewat jasa pengiriman barang seperti ‘Si Cepat’, JNE, dan jasa pengiriman lainnya. Mereka memanfaatkan teknologi.

BB : Ratusan BB yang diamankan dari para tersangka.DIn

“Semua kita tangkap. Kita proses semua”, tukasnya. Kapolres berucap terima kasih atas partisipasi masyarakat dalam mengungkap kasus narkoba dan sejenisnya.

“Meskipun mereka tidak menyebut nama saat memberikan informasi. Kita berharap masyarakat bisa menginformasikan bila ada hal-hal yang mencurigakan. Bisa lewat nomer telpon yang sudah kita sebarkan di program Kandani”, imbuhnya. RED

Post Comment