Advertisement
!-- Header -->
Lumajang Pendidikan dan Agama Politik & Pemerintahan

Shalat Id di Masjid Boleh, Berikut Penjelasannya

Advertisement

LUMAJANG – Perayaan Hari Raya Idul Fitri tinggal hitungan hari. Biasanya, umat Islam melaksanakan shalat Idul Fitri di masjid masjid. Namun, dalam kondisi  seperti saat ini, shalat Idul Fitri menjadi polemik di kalangan masyarakat. Ada daerah yang perbolehkan melaksanakan ada pula yang menyarankan untuk dilakukan di rumah masing-masing.

Menanggapi masalah ini, KH Achmad Hanif, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lumajang, menyampaikan, pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1441 H boleh dilaksanakan dengan syarat harus mematuhi protokol kesehatan. Selain jaga jarak, setiap masjid atau mushola yang mengadakan shalat Idul Fitri supaya menyediakan thermometer.

“Sementara RT/RW setempat bisa memberikan himbauan kepada  yang positif covid-19 atau karena memiliki sakit bawaan untuk tetap melaksanakan Sholat Idul Fitri di rumahnya masing-masing,” ungkap Ketua MUI Lumajang.

Baca : Fatwa MUI No 28 Tahun 2020 tentang Panduan Kaifiat Takbir dan Shalat Idul Fitri saat Covid-19

Hal senada juga disampaikan oleh Bupati Lumajang, H. Thoriqul Haq, M.ML. Cak Thoriq, sapaan akrabnya, menyampaikan, setiap masjid atau mushola di Kabupaten Lumajang diperkenankan mengadakan Shalat Idul Fitri.

“Boleh, dengan persyaratan mematuhi protokol kesehatan. Tetap menggunakan cara-cara pencegahan virus Corona dan tidak terlalu banyak orang atau tidak melebihi halaman masjid,” jelasnya, saat rakor bersama jajaran Forkopimda, Senin (18/5).

Cak Thoriq berharap, selain masjid, mushola juga bisa dipakai Shalat Idul Fitri supaya tidak terjadi keramaian pada satu titik di masjid. Dalam waktu dekat, pihaknya akan mengeluarkan surat himbauan kepada takmir masjid atau mushola sebagai pedoman pelaksanaan Shalat Idul Fitri.

Masyarakat yang sedang sakit dihimbau supaya tidak melaksanakan aktivitas di luar rumah, termasuk Shalat Idul Fitri dan takbir keliling. Selain itu, Cak Toriq meminta supaya tidak melakukan halal bi halal ke rumah saudara, baik di Lumajang maupun di luar Lumajang.

“Saran kami, untuk sementara waktu, jika ingin bersilaturahmi, jangan datang langsung rumah ke rumah. Tapi lakukanlah dengan menggunakan sistem online saja,” pungkasnya. NDY

Post Comment