Advertisement
!-- Header -->
Lumajang Peristiwa

Sholat Jum’at Ditiadakan Sementara

Advertisement

LUMAJANG – Maklumat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lumajang diumumkan kepada masyarakat melalui Pemerintah Kabupaten Lumajang. Maklumat tersebut berisikan tentang pelaksanaan Sholat Jum’at yang ditiadakan sementara di daerah yang berstatus zona merah. Maklumat tersebut disampaikan oleh Bupati Lumajang, H. Thoriqul Haq, M.ML bersama perwakilan MUI, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah di Kantor Bupati Lumajang, Rabu (01/04).

“Prinsip dasarnya maklumat yang disampaikan MUI bahwa bagi zona yang telah ditetapkan pemerintah sebagai zona penanganan khusus, maklumatnya MUI Lumajang adalah tidak mengadakan Sholat Jum’at dan menggantinya dengan sholat dhuhur,” ungkap Bupati, yang akrab dengan sapaan Cak Thoriq.

Cak Thoriq, mengatakan, ada 2 zona penanganan khusus yang diprioritaskan sebagai daerah penanganan virus covid-19 atau virus corona. Daerah yang terdapat warga positif corona maka daerah tersebut dikategorikan dalam Zona Merah, dan Zona Potensi Merah bagi daerah yang terdapat warga kategori Pasien dalam Pengawasan (PDP).

Bupati Lumajang : Membacakan Maklumat MUI Kabupaten Lumajang di Kantor Bupati Lumajang.

“Zona merah diantaranya Kecamatan Sukodono, Kedungjajang dan Randuagung dan Zona Potensi Merah yakni Kecamatan Lumajang, Tempeh, Pasirian dan Pronojiwo,” imbuhnya.

Disamping itu, Ketua MUI Lumajang, KH. Achmad Hanif menuturkan bahwa untuk daerah yang masuk kategori Zona Merah dan Zona Potensi Merah, MUI memutuskan peniadaan Sholat Jum’at sementara dan wajib menggantinya dengan Sholat Dhuhur sampai keadaan normal kembali.

“Tapi Takmir Masjid tetap mengumandangkan adan. Mudah mudahan tidak ada masalah, ini bukan berarti Sholat Jum’at menjadi tidak wajib, tetapi kondisinya adalah prioritas menyelamatkan jiwa,” selorohnya.

Achmad Hanif menambahkan, aktifitas ibadah lain juga tidak dilaksanakan berjamaah di masjid maupun mushola yang berada dalam wilayah Zona Merah maupun Zona Potensi Merah.

“Begitu juga aktivitas ibadah yang melibatkan orang banyak yang diyakini menjadi media penyeberan covid 19 untuk sementara diadakan di tempat masing-masing, apa yang disampaikan pemerintah kita wajib mentaati,” jelasnya. NDY

Post Comment