Advertisement
!-- Header -->
Hukum Lumajang Peristiwa

Sidang Perseteruan Mantan Anggota DPRD Jatim Tahap Keterangan Saksi

Advertisement
H. Nanang Hanafi, saksi yang dihadirkan, Rabu (13/7/2022). RED

LUMAJANG – Sidang perseteruan antara Jamal Al Katiri mantan anggota DPRD Jatim Vs Anang Bayu Hariyono atas perkara kerja sama tambang pasir, terus berlanjut.

Kali ini masuk dalam tahap menghadirkan saksi dari Anang Bayu Hariyono (pihak kedua/ penggugat) yakni H. Nanang Hanafi. Sekedar diketahui, H. Nanang Hanafi ini pernah menjadi “sahabat lengket” kedua orang yang kini sedang berperkara ini.

Di hadapan Majelis Hakim dan kuasa hukum kedua belah pihak, H. Nanang Hanafi membeberkan kronologis bagaimana kerja sama antara Anang dan Jamal Alkatiri dibangun dalam pengurusan izin pertambangan pasir.

Sebelumnya, Majelis Hakim menanyakan apakah H. Nanang Hanafi kenal dengan pihak pertama (Jamal Al Katiri) dan pihak kedua (Anang), dia menjelaskan kenal keduanya karena sama-sama kawan. Tapi tidak ada hubungan saudara. Kemudian H. Nanang Hanafi disumpah sebagai saksi di bawah Al-Qur’an.

Menurut H. Nanang Hanafi, bahwa pihak kedua (Anang) sebagai penggugat yang mengurus perijinan ke ESDM, dari mulai meminta surat keterangan domisili dari desa, pembayaran pajak dan pencanangan lahan, serta pengeluaran dana untuk mendatangkan konsultan tambang.

“Bahkan akomodasi, wira-wiri ke ESDM Surabaya dibiayai pihak kedua. Pembayaran notaris juga dari pihak kedua”, ujarnya saat ditanya Kuasa Hukum penggugat, Rabu (13/7/2022).

Sementara itu, saat ditanya dari mana saksi tahu kalau CV. Alka sudah melakukan aktivitas penambangan, dia menjawab tahunya setelah ada kegiatan penambangan.

“Tapi bukan dari pihak kedua yang nambang, melainkan dikerjakan sendiri oleh Jamal dari CV. Alka. Alasannya, perjanjian kerja sama dengan Anang sudah dicabut”, ungkapnya.

Ditanya Majelis Hakim, apakah hanya ada satu perjanjian atau dua perjanjian kerja sama, H. Nanang Hanafi menjawab hanya ada satu perjanjian.

“Tapi perjanjian lama katanya dicabut dan saya pernah diperlihatkan melalui hp. Secara fisik surat pencabutan tidak diperlihatkan”, pungkasnya.

Seperti berita sebelumnya, kasus sengketa perdata antara CV. Alka dan Anang Bayu Haryono, terkait perjanjian kerja sama dalam pengurusan perijinan pertambangan yang berlokasi di Desa Bago, Kecamatan Pasirian.

Pihak Anang Bayu Haryono, dalam kasus tersebut, merasa dirugikan. Dia menilai CV. Alka telah mengangkangi perjanjian yang sudah dibuat kedua belah pihak melalui notaris tahun 2017.

“Saya merasa dirugikan karena CV. Alka telah mengingkari perjanjian yang sudah kami buat dinotaris”, ujar Anang.

Sementara itu, Jamal Al Katiri, beberapa waktu yang lalu (sebelum perkara ini masuk ke ranah persidangan), pernah menceritakan dirinya punya bukti – bukti kuat atas perkara ini.

Kini “bola panas” ada di persidangan Pengadilan Negeri Lumajang. Tinggal keputusan akhir siapa yang akan dinyatakan sebagai pihak yang benar oleh majelis hakim. Tunggu babak berikutnya. RED

Post Comment