!-- Header -->
Stan Non Kuliner di LSS Tetap Bertahan
Ekonomi Lumajang Politik & Pemerintahan

Stan Non Kuliner di LSS Tetap Bertahan

LUMAJANG – Lesehan Stadion Semeru (LSS) Kabupaten Lumajang yang sejatinya untuk para pedagang kaki lima (PKL) dan pusat kuliner, kini sebagian stan nya digunakan untuk berjualan lain. Padahal, awal berdirinya (seak jaman pemerintahan Bupati H. Akhmad Fauzi hingga Alm. Sjahrazad Masdar), LSS memang khusus pusat kuliner, bukan yang lain.

Dari sekitar 30 an stan yang ada, beberapa di antaranya di antaranya digunakan/ dipakai untuk berjualan selain kuliner. Bahkan salon dan barang elektronik seperti laptop, juga masuk. Kondisi ini, menurut pedagang LSS, ada dan berdiri setelah ada renovasi. Namun pedagang LSS ini tidak berani menyampaikan terus terang karena khawatir dianggap iri.

“Jika pemerintah gak tegas, bisa jualan burung, baju, ikan basah dan apapun bisa masuk nanti”, ujar Rohman, pengunjung yang biasa makan di LSS, Selasa (7/12/2020).

Sebelumnya, ketika hal ini ini dikonfirmasi ke Wabup Lumajang, Ir. Hj. indah Amperawati, M.Si, disampaikan bahwa LSS diperuntukkan khusus kuliner. Mereka yang membuka usaha selain kuliner sudah diberikan peringatan agar mereka merubah jualannya menjadi atau khusus kuliner.

Namun, peringatan tersebut seperti angin berlalu. Karena faktanya, hasil pantauan media ini, beberapa stan yang berjualan selain makanan, masih saja berjalan.

Sementara itu, Paimin Kadispora Lumajang yang punya wilayah LSS karena lokasinya di Stadion sebelah timur, belum memberikan jawaban saat dikonfirmasi via WA. Paimin sibuk dengan kegiatan kunjungan anggota DPRD, di Yosowilangun. DIN

 

 

Post Comment