!-- Header -->
Tahun Depan Warga Ranuyoso Tak Akan Pakai Air Hujan Di Kubangan Lagi
Peristiwa Suara Desa

Tahun Depan Warga Ranuyoso Tak Akan Pakai Air Hujan Di Kubangan Lagi

LUMAJANG, PEDOMANINDO.com – Mulai tahun depan, masyarakat Ranuyoso yang biasa kekurangan air bersih setiap tahun, akan sedikit sumringah. Pasalnya, di lokasi kekeringan/ kekurangan air bersih tersebut akan dibuat sumur bor.

“Insya Allah, ada 10 titik yang akan kita bor di sana, lokasinya seputar Dusun Krajan Desa Naungan, Ranuyoso,” ungkap Khusnul Khuluk, anggota DPRD Kabupaten Lumajang dari PKS, Senin (5/9) sore.

Sebelum dipastikan 10 titik itu ada mata airnya, pihaknya, ungkap Khusnul Khuluk, melakukan survey. Dengan begitu, saat di bor benar-benar ada sumber mata airnya. “Sudah disurvey, bersama badan meteorologi dan dipastikan 10 titik itu ada airnya,” tukas Ketua DPD PKS Lumajang ini.

Mereka rela antri demi mendapatkan air bersih dari PKS Lumajang.

Anggaran untuk pengeboran ini berasal dari APBD Provinsi Jawa Timur lewat Fraksi PKS. “Kita mengajukan program pembuatan sumur bor lewat pak Artono sebagai anggota DPRD Jatim dari PKS,” tukasnya.

Selama pembuatan sumur bor belum dimulai, pihaknya, ungkap Khusnul Khuluk, akan memberikan bantuan air bersih kepada masyarakat di daerah itu lewat tanki berisi 6.000 liter. Seperti yang dilakukan PKS sejak kemarin. Bersamaan dengan pembagian daging kurban, mereka mendistribusikan air bersih ke seluruh warga sekitar.

“Kita siap kapan saja bila dibutuhkan. Kita punya 1 tanki cukup untuk mereka yang membutuhkan air bersih. Bisa 3 kali seminggu kita supplai. Silahkan masyarakat bila membutuhkan. Seperti hari ini kita drop air bersih ke sana. Karena penduduk sekitar hanya memiliki 1 tandon berisi 2.000 liter, maka kita langsung distribukan langsung ke warga lewat drigen-drigen yang mereka sediakan,” paparnya.

Selama ini, minimnya air bersih di daerah tersebut membuat warga sekitar berebut dengan sapi untuk mendapatkan air hujan yang berada di kubangan-kubangan.

“Biar tidak berebut dengan sapi yang juga ingin minum air bersih, lebih baik kontak kami. Kami siap kapan saja untuk menyupali air bersih,” seloroh mantan aktivis kampus ini dengan mimik serius.

Dia menambahkan, sebetulnya 5 tahu lalu ada penanganan kekurangan air bersih dari Provinsi Jatim langsung dari Ranu Bedali ke daerah yang berbatasan dengan Jenggrong ini. Namun program tersebut tidak berjalan mulus karena air yang dialirkan dari Ranu Bedali tidak sampai ke Dusun Krajan.

“Air itu kan melewati Wonoayu, sementara Wonoayu juga membutuhkan air. Akhirnya airnya tidak sampai ke Dusun Krajan. Sementara yang membayar listriknya masyarakat Dusun Krajan. Sekarang sudah tidak terurus. Mesinnya masih ada,” imbuhnya. FIK