!-- Header -->
Taman Kota Merana Pemkab Lumajang Tak Berdaya?
Peristiwa Politik & Pemerintahan

Taman Kota Merana Pemkab Lumajang Tak Berdaya?

LUMAJANG – Pendirian sebuah bangunan milik PT. KAI yang sebelumnya disewa Dinas Lingkungan Hidup ( DLH) Pemkab Lumajang untuk Taman Kota, nyaris selesai dengan sempurna. Bahkan, rolling door bangunan tersebut sudah terpasang rapat.

Atas bangunan ini, Pemkab Lumajang (dalam hal ini DLH dan Dinas PU, Pol PP) tidak berkutik/ tidak bisa berbuat apa apa. Padahal sebelumnya, pihak Pemkab pernah berbicara satu meja dengan pihak PT. KAI Daop 9 Jember.

Yuli Haris, Plt Kepala Dinas LH, tidak memberikan jawaban saat dikonfirmasi lagi atas berlanjutnya pendirian bangunan di lokasi Taman Kota barat Pasar Baru tersebut.

Sementra Manager Humas PT. KAI Daop 9 Jember, Mahendro, dikonformasi sejumlah wartawan via seluler, menjelaskan, pihaknya tidak mempunyai kewenangan untuk mengeluarkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

“IMB bukan merupakan ranah PT KAI. Makanya kami tidak berhak melakukan pembongkaran atas bangunan tersebut,” ungkapnya.

Sebenarnya PT. KAI, kata Mahendro, sangat mendukung langkah yang akan dilakukan Pemkab Lumajang sesuai aturan yang berlaku.
“Hanya ini yang dapat saya sampaikan,” ujarnya.

Saat ditanya apakah semua bangunan aset PT. KAI wajib ber IMB dan bagaimana jika bangunan tersebut tidak punya IMB, Mahendro menjelaskan, semua bangunan wajib memiliki IMB, bukan hanya milik PT. KAI.

Dikatakan, kewajiban untuk mengurus perizinannya menjadi tanggung jawab penyewa aset, bukan PT. KAI. “Bukan di kami. Jika bangunan yang dibangun di atas aset PT. KAI oleh pihak penyewa, atau bangunan milik PT. KAI melanggar aturan, kita siap mendukung sepenuhnya langkah Pemkab”, imbuhnya.

Terpisah, pihak Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bidang IMB, Teguh, belum bisa dikonfirmasi. Sebelumnya, informasi yang dihimpun pedomanindonesia.com, bangunan yang kembali dikerjakan dengan pelan tapi pasti ini, ditegur keras oleh Bidang Pengairan DPU Lumajang, Pol PP, dan DLH.

Namun, teguran tersebut seperti angin lalu. Terbukti, hingga kini bangunan yang kabarnya untuk dealer ini jalan terus, bahkan nyaris sempurna. Negara (dalam ini DLH, PU, Pol PP Pemkab Lumajang) seolah-olah tak berdaya dan seakan-akan lemah menghadapi persoalan ini. Benarkah?DIN

Post Comment