!-- Header -->
Thoriq-Indah Hadiri Rumah Juang Di Warung Family Gaplek Pasirian
Politik & Pemerintahan

Thoriq-Indah Hadiri Rumah Juang Di Warung Family Gaplek Pasirian

LUMAJANG, PEDOMANINDONESIA.com – Pasangan Cabup dan Cawabup Lumajang, Jawa Timur, Periode 2018-2023 yakni Cak Thoriq dan Bunda Indah, Jum’at (22/12), menghadiri acara silaturrohim, di rumah juang Warung Family Gaplek Pasirian, Lumajang.

Dalam pertemuan tersebut banyak keluhan masyarakat yang muncul, diantaranya soal jalan tembus Pasirian Tempursari agar difungsikan lagi, soal pasar tradisional agar tidak terlihat kumuh, kotor bahu tak sedap, dan becek.

Kedua pasangan cabup cawabup ini dimohon kepeduliannya terhadap pasar tradisional dan jangan gampang memberikan ijin berdirinya pasar modern yang mengakibatkan Pasar Umum di Pasirian mati.

Keberadaan Pasar Pasirian menurut mereka sangat memprihatinkan. Bedak-bedak di lantai dua banyak yang tutup akibat banyaknya pasar modern.
Kehadiran dua pasangan tersebut disambut meriah oleh sekitar 400 warga dari berbagai desa yang ada di Kecamatan Pasirian. Nampak hadir juga para pensiunan Pemkab Lumajang, pensiunan guru dan kepala sekolah se Kecamatan Pasirian. Pun, tidak ketinggalan warga pedagang pasar dan pedagang peracangan hadir dalam acara ini.
Cak Thoriq dalam sambutannya sangat terbuka, apa adanya/transparan, dan terlihat dekat dengan rakyat.

Begitu pula Bunda Indah yang pengalaman menjalankan roda pemerintahan, juga menyampaikan secara transparan dan meyakinkan kepada masyarakat bahwa akan memberikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk biaya pendidikan mulai dari SD sampai dengan SMA/sederajat secara gratis.

Dia juga menyinggung soal kesehatan.”Jangan karena hanya menggunakan BPJS kemudian pasien terlantar dan ditelantarkan. Itu jangan sampai terjadi, apalagi pelayanannya menjadi ribet”, ujarnya.

Warga meminta jika pasangan ini terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Lumajang agar peduli kepada pedagang peracangan tetangga dan tidak asal memberikan ijin pasar modern.

“Seperti Indomart, Alfa Mart, Swalayan, dan toko-toko modern lain di Pasirian. Kasihan rakyat kecil”, kata Warno, pedagang di sana. WOKO