!-- Header -->
Advertisement
Tim Cobra Grebeg “Sarang” Begal, Pelaku Lari ke Kalimantan
Hukum Lumajang Peristiwa

Tim Cobra Grebeg “Sarang” Begal, Pelaku Lari ke Kalimantan

PEDOMANINDONESIA.COM – Tim Cobra Polres Lumajang, Jawa Timur, kemarin (23/5) menggeledah rumah dengan cara door to door di Sawaran Lor, Kecamatan Klakah Lumajang. Tim Cobra juga melakukan penggrebekan langsung ke rumah sarang pelaku begal, yang diketahui beridentitas Endi (DPO) yang ditengarai satu keluarga merupakan pelaku begal semua.

Satu anaknya lumpuh tak berdaya karena tertembak di punggung, sedangkan anak yang lain merupakan DPO atas kasus serupa. Endi sendiri yang merupakan kepala keluarga ditetapkan sebagai DPO Polres Lumajang atas keterkaitan nya dengan kasus begal di wilayah Candipuro.

Data yang diperoleh Polres Lumajang, Endi juga terlibat atas banyak kasus curanmor. Jika dia  tertangkap maka akan membuka tabir kasus begal dan curanmor yang lain yang terjadi di wilayah Kabupaten Lumajang.

Dalam penyisiran yang dilakukan petugas di rumah DPO, kemarin siang, ditemukan banyak spare part motor yang ditengarai hasil pretelan sepeda kejahatan begal maupun pencurian. Namun dalam penggrebekan tersebut, tidak ditemukan tersangka Endi (DPO).

TIM COBRA saat melakukan penggerebekan rumahnya yang dianggap sarang begal. (Dok)

Perlu diketahui, penggrebekan oleh Tim Cobra sekitar sebulan yang lalu, ditemukan 5 motor tanpa surat, 11 Plat Nomor dari kendaraan yang berbeda, 5 STNK, celurit, dan senapan angin.

Dari hasil pengakuan keluarga, baik Endi maupun sang anak telah kabur ke Pulau Kalimantan setelah mengetahui keduanya sebagai buronan pihak keamanan.

Kapolres Lumajang, AKBP Dr Muhammad Arsal Sahban, SH, SIK, MM, MH, yang memimpin langsung penggrebekan, menerangkan, keluarga tersebut adalah epicentrum atas tindakan kriminal yang terjadi di wilayah Lumajang.

“Satu keluarga ini kami tengarai sebagai pelaku begal sadis dan juga penadah motor-motor curian dari berbagai sindikat. Kalau kami bisa menangkap Endi atau anaknya, kami yakin dapat mengungkap banyak sindikat begal dan curanmor yang terjadi di Lumajang. Sayangnya dua kali kami melakukan penggrebekan, hasilnya nihil. Informasi terakhir, pelaku sudah lari ke Kalimantan”, ungkap Kapolres.

AKP Hasran Cobra, Katim Cobra, mengatakan, pihak kepolisian tidak akan pernah melupakan kejadian yang menyeret sang pelaku. “Meskipun dua orang DPO berusaha melarikan diri ke Pulau Kalimantan, tetapi mereka tak bisa menghapus catatan kepolisian mereka. Kami akan menyebar luaskan ke seluruh jajaran Kepolisian Republik Indonesia agar dapat menangkap keduanya”, tandas Hasran  yang juga sebagai Kasat Reskrim Polres Lumajang tersebut.

Begal merupakan kejahatan yang bersifat kekerasan sehingga diancam hukuman 9 tahun penjara sesuai pasal 365 KUHP. Sedangkan penadah dari hasil pencurian diancam hukuman penjara selama 4 tahun sesuai pasal 480 KUHP. (PLS-RED)

Post Comment