!-- Header -->
Tingkatkan Kapasitas Petugas Promkes, Dinkes Gelar Pertemuan Manajemen Laktasi
Kesehatan

Tingkatkan Kapasitas Petugas Promkes, Dinkes Gelar Pertemuan Manajemen Laktasi

LUMAJANG, PEDOMANINDONESIA.COM – Bidang Kesehatan Masyarakat Seksi Promosi dan Pemberdayaan Kesehatan, Dinkes Lumajang menggelar pertemuan managemen Laktasi bagi petugas puskesmas tahun tahun 2018, di Gedung Pisang Berlin Dinkes Lumajang, Kamis.

Tujuan acara tersebut antara lain ; memberikan informasi bagi peserta tentang managemen laktasi, memotivasi peserta untuk mendukung keberhasilan dalam pemberian ASI ekslusif, meningkatkan kemampuan peserta dalam hal konseling, menyusui, serta keterampilan berkomunikasi khususnya komunikasi dalam memberikan edukasi menyusui bagi masyarakat

“Kegiatan ini berlangsung dengan metode presentasi, tanya jawab dan diskusi antarpeserta kegiatan”, ujar Kepala Bidang Kesmas dr. Rosyidah.

Peserta pertemuan tersebut diharapkan mampu memahami informasi terkait laktasi, memotivasi untuk terlibat aktif dalam mendukung keberhasilan pemberian ASI ekseklusif bagi bayi, melaksanakan demo konseling menyusui dengan keterampilan berkomunikasi yang efektif dalam mengedukasi menyusui bagi masyarakat.

Kepala Seksi Propemas, Irma Rokhmania, S.si, menjelaskan target RTS (Rumah Tangga Sehat) tahun 2017 sebesar 56%, sementara capaian RTS saat ini 31,77% (kategori tidak sehat).

“Indikator ketidak berhasilan ada 3 yakni masih ada anggota keluarga yang merokok, pemberian ASI ekseklusif pada bayi yang rendah, dan pertolongan persalinan belum 100% di Fasyankes”, ungkapnya.

Terkait ASI, dijelaskan, pemberian ASI ekseklusif pada bayi rendah salah satunya disebabkan oleh faktor perilaku ibu untuk menyusui / memberikan ASI pada bayi kurang mendukung.

Maka dari itu, managemen Laktasi sebagai upaya mengatur agar keseluruhan proses menyusui sebagai upaya mengatur agar keseluruhan proses menyusui bias berjalan sukses, mulai dari ASI diproduksi sampai proses bayi menghisap dan menahan ASI pada masa antenatal, perinatal hingga pasca melahirkan”, tuturnya.

Tentu saja, kata Irma, dibutuhkan para petugas puskesmas (PPD, Petugas Promkes) untuk memberikan pemahaman mengenai managemen Laktasi bagi Ibu menyusui maupun ibu hamil.

Selain itu, perempuan berkaca mata ini juga menambahkan, penerapan PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat) di masyarakat dilaksanakan pada tatanan paling kecil, yaitu tatanan keluarga. Keluarga menjadi agen perubahan perilaku yang diharapkan mampu secara mandiri mengatasi berbagai masalah kesehatan, salah satunya melakukan pengembangan PHBS di rumah tangga. DIN