!-- Header -->
Advertisement
Umi Salmah, Pemilik Investasi Bodong dan Sindikat Kriminal
Hukum Lumajang Peristiwa

Umi Salmah, Pemilik Investasi Bodong dan Sindikat Kriminal

LUMAJANG (PI) – Umi Salmah (51) pemilik investasi bodong dibawah naungan CV. Permata Bunda Sentul Senduro, Lumajang, Jawa Timur, ternyata penipu kawakan. Selain menipu warga di 3 kabupaten (Lumajang, Probolinggo, dan Malang) dia lihai menipu orang dengan modus jual beli rumah.

“Modus yang pertama adalah mengumpulkan uang di masyarakat untuk digunakan untuk kepentingan pribadi”, ungkap Kapolres Lumajang, AKBP Dr. Muhammad Arsal Sahban, SH, SIK, saat menggelar relase kasus ini, di Mapolres Lumajang, Selasa (20/8/2019).

Total nasabah yang ditipu mentah – mentah sekitar 1.545 orang. Sedangkan total kerugian yang sudah masuk pendataan Polres Lumajang sekitar Rp 5 miliar. Besaran ini masih bisa terus berkembang. Mengingat, para nasabah tidak bisa langsung berhubungan dengan Umi Salmah.

“Tapi melalui ketua – ketua kelompok. Jumlah kelompoknya ada 190. Per  kelompok anggotanya bisa 100 orang”, ungkapnya. Modus yang kedua, kata Arsal, bahwa Umi Salmah tidak hanya terlibat dalam investasi bodong. Dia juga sindikat kriminal beli tanah.

“Dia beli tanah pada orang yang membutuhkan uang. Surat tanahnya dia bawa kemudian dibalik nama dan diagunkan ke Bank. Padahal tanah yang dia belum dibayar lunas”, ungkap Arsal.

Sebenarnya, ungkap Arsal, Umi Salmah menjalankan kegiatan seperti bank atau koperasi. Tapi dia tidak seperti pepbankan atau koperasi pada umumnya.  Kegiatan usaha mengumpulkan uang tidak memenuhi aturan perbankan maupun perkoperasian. Maka dari itulah  Arsal menyampaikan, apabila menghimpun dana masyarakat kemudian disalurkan kembali kepada masyarakat itu melalui dua lembaga, yakn bank ata koperasi.

“Ini yang kita harus pahami untuk berinvestasi. Kasus kasus penipuan bodong seperti ini tidak hanya terjadi di Lumajang, tapi juga di daerah lain di Indonesia. Ini pembelajaran kita semua agar tidak terulang lagi”, paparnya.

Dalam aksi tipu tipu berkedok investasi ini, Umi Salmah cukup cerdik. Dia berpura pura memasukkan usahanya di kalender. Dengan begitu, seolah olah usaha kos – kosan yang ada dalam kalender itu miliknya, sehingga korban yakin dia mampu mengembalikan uang yang dia kumpulkan dari para korban.

“Usaha dia misalnya kos kosan itu bohong. Dia mengaku pernah ingin membeli kos-kosan tapi tidak jadi. Kos kosan tersebut dia foto untuk dibuat kalender. Kepada nasabahnya dia katakan, bahwa gambar atau foto kos kosan yang ada di kalender it miliknya”, tukas Arsal.

Selain itu, Tim Cobra juga menangkap dan menahan anak Umi Salmah dalam kasus yang berbeda, saat berada di Bali. “Dia kita tangkap dalam kasus penipuan. Sindikat penipuan beli beberapa rumah. Rumah yang dia beli ke orang dikasik DP dulu. Lalu rumah tersebut dibalik nama, kemudian diagunkan ke bank”, paparnya.

Atas perbuatannya Umi Salmah dikenakan undang-undang perbankan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara (DIN)

Post Comment