!-- Header -->
Warga Nahdliyin Jangan Sampai Keluar dari Kitabnya
Pendidikan dan Agama

Warga Nahdliyin Jangan Sampai Keluar dari Kitabnya

JEMBER – Dr. KH. Afif Hasan, Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah (PPA), Guluk-Guluk, Sumenep, Madura, Jawa Timur, mengajak seluruh warga Nahdliyin untuk menguatkan ajaran Ahlusunnah wal Jamaah, dengan tetap berpegang teguh kepada standar kitab-kitab yang digunakan sebagai rujukannya.

“Rujukan al-Qur’an dan hadits, itu sudah pasti. Tapi terlalu sulit dan berat untuk kesana. Oleh karena itu, alat ukurnya paling tidak kitab-kitab yang diajarkan di pesantren,” katanya saat memberikan tausiyah pada acara “Temu Alumni Santri Ponpes Annuqayah wilayah Lubangsa Utara” di Jember, Minggu (22/12/2019).

Dijelaskan, di antara kitab-kitab standar Ahlusunnah wal Jamaah yang menjadi rujukan warga Nahdliyyin (apakah itu shalatnya, akhlaqnya, maupun ibadahnya) adalah Sullamuttaufiq, Fathul Qorib, Minhajul ‘Abidin, dan Hidayatul Adzkiya’.

TEMU ALUMNI : Alumni Ponpes Annuqayah Wilayah Lubtara, Guluk – Guluk Sumenep, Madura. DIN

“Yang sangat berbahaya, terkadang mengaku Ahlussunnah wal Jamaah, tapi rujukannya tidak sesuai, terus dimana Ahlussunnah wal Jamaahnya?,” tutur Dosen Universitas Islam (Unisma) ini.

Kiai Afif, panggilan karibnya, percaya jika perilaku kaum nahdliyin sesuai dengan rujukan Ahlussunnah wal Jamaah, akan terhindar dari permasalahan. Pun sebaliknya, jika keluar dari koridornya, maka berbagai permasalahan akan muncul, baik permasalahan ekonomi, keluarga, dan masalah lainnya.

“Dimana saja gunakan kitab sebagai petunjuk, sebagai pedoman. Kita memang tidak bisa terlepas dari masalah. Ikuti kaidah dan rumusnya saja,” pungkasnya.

Khusus kepada alumni Santri Annuqayah, Ia berpesan untuk ikut menjaga Islam sesuai dengan profesinya masing-masing. Misalkan pejabat dengan kebijakannya, pedagang dengan kejujurannya, dan jurnalis dengan tulisannya.

“Tolonglah Islam sesuai dengan profesi atau amanat yang diemban. Misalnya pegiat sosial atau jurnalis. Karena media itu paling gampang mengampanyekan hal-hal terkait dengan agama, untuk menguatkan agama kita,” imbuhnya.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Ketua Ikatan Alumni Annuqayah (IAA) Jember, Muhammad Muslim dan Rombongan IAA Lubtara Madura. Seteleh tausiyah selesai, acara dilanjutkan dengan dialog tentang keberadaan alumni Santri PPA dan kontribusinya kepada umat, bangsa, dan negara.DIN

Post Comment