!-- Header -->
Lumajang Peristiwa Politik & Pemerintahan

Wartawan Memotim Vs Bupati Berlanjut, 2 Pejabat Pemkab Dipanggil Polisi

LUMAJANG – Polres Lumajang, kemarin, memeriksa 2 pejabat Pemkab Lumajang, Jawa Timur. Mereka diperiksa atas perkara Bupati Lumajang, H. Thoriqul Haq, M. ML Vs Wartawan Memo Timur, Mujibul Choir. Ada 2 pejabat yang diperiksa oleh Sat Reskrim Polres Lumajang, Senin (24/2/2020) pagi. Mereka adalah Iwan Hadi Purnomo Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) dan Agus Dwikoranto, Kepala Bagian Hukum Pemkab Lumajang.

Data yang berhasil dihimpun, kedua pejabat terus ini diperiksa sekitar pukul 09.00 hingga 12.00 WIB, di Ruang Unit Tipidkor. Sejumlah wartawan, saat nyanggong di Polres Lumajang, langsung mewancarai dua pejabat ini. “Terkait pasal penghinaan dan pencemaran nama baik yang diduga dilakukan oleh bupati,” kata Iwan Hadi Purnomo saat diwawancarai wartawan.

Dia menyampaikan masih belum tahu, apakah saat itu Cak Thoriq (panggilan karib Thoriqul Haq Bupati Lumajang) berbicara atas nama bupati atau pribadi. Polisi juga masih meminta keterangan kepada Iwan Purnomo seputar tupoksinya sebagai Diskominfo. “Pemeriksaan belum selesai. Yang ditanyakan seputar tupoki Diskominfo. Nanti akan dilanjut,” paparnya.

Sedangkan Agus Dwikoranto mengaku ditanya regulasi tentang perbedaan kegiatan bupati yang sifatnya pemerintahan atau pribadi. Agus Dwikoranto belum memberikan jawaban kepada polisi karena masih kebingunan soal itu.

“Saya masih susah untuk membuktikan. Untuk mencari dasar-dasarnya. Hari ini mau mencari dasarnya, sebagai bupati atau pribadi. Ada gak aturannya. Kalau di Undang Undang Nomor 23 tentang Pemerintahan Daerah, itu kan mengatur kepala pemerintahan saja. Sebagai bupati itu kan susah. Saya masih belum menemukan,” tandasnya.

Dengan demikian, persoalan statmen Cak Thoriq di Kantor PKB posisiya sebagai bupati atau pribadi. “Apa pribadi atau atas nama bupati, saya asih belum tahu,” selorohnya. Kalau memang saat itu statmennya sebagai bupati, Bagian Hukum Pemkab Lumajang, kata Agus, akan melakukan pembelaan. Meskipun pihaknya belum ada komunikasi langsung dengan bupati. “Masih belum. Sementara dari asisten saja,” ujarnya.

Baca : https://www.pedomanindonesia.com/bupati-lumajang-resmi-dilaporkan/

Agus juga menandaskan, kalau misalnya dalam perkara ini Cak Thoriq berbecara atas nama pribadi, pihaknya tetap mengupayakan bantuan hukum. “ Bagaimana pun kan tetap bupati. Kita upayakan meskipun pribadi. Kalau diminta, siapapun dibantu. Orang miskin saja dibantu,” tuturnya.

SOMASI dan LAPOR : PKB Lumajang dan Cak Thoriq (atas) dan Memo Timur dan Kuasa Hukum saat laporan ke Polres (bawah). DIN-RED

Sekedar mengingatkan, masalah dilaporkannya Cak Thoriq ke pihak kepolisian oleh wartawan Memo Timur Biro Lumajang, Mujibul Choir, bersama Tim Kuasa Hukumnya berawal dari statmen Cak Thoriq saat Press Release, di Kantor DPC PKB Lumajang, pada Jum’at (24 Januari 2020).

Saat menyampaikan Press Release itulah muncul statmen Cak Thoriq yang dianggap merendahkan Oknum Wartawan Memo Timur, Mujibul Choir dengan kalimat bahwa wartawan yang menulis berita ini adalah oknum wartawan yang licik, picik, murahan, dan recehan BACA https://www.pedomanindonesia.com/kaderbupati-lumajang-mengaku-emosi-dan-siap-pasang-badan/

Press Release itu digelar oleh DPC PKB Lumajang bersama Cak Thoriq yang notabene kader PKB. Press Release digelar sebagai bantahan atas tulisan Memo Timur berjudul : “Santer Isu Mes*m Salah Satu Oknum Anggota DPRD Lumajang, Benarkah?”. 

Pemberitaan Memo Timur mengenai dugaan perbuatan asusila yang dilakukan oleh AZ (anggota DPRD dari PKB) dinilai hoax, fitnah kejam hingga muncul kalimat dari bupati yang dianggap merendahkan nama oknum wartawan Memo Timur yang saat itu ikut hadir dalam konferensi pers. Bukan hanya itu, Memo Timur juga disomasi.

(Baca isi somasi: https://www.pedomanindonesia.com/dianggap-berita-hoax-dan-fitnah-pkb-somasi-media-terbitan-jember/). Kini masalah ini rupanya terus menggelinding seperti bola salju. DIN-RED

Post Comment